HomePersonalKemana Nostalgia Lagu Anak Indonesia Pergi?

Kemana Nostalgia Lagu Anak Indonesia Pergi?

Chikita Meidy | Nostalgia Lagu Anak Indonesia
Chikita Meidy. Satu diantara penyanyi kecil di era tahun 90-an

Saya, mungkin adalah satu dari sekian banyak penduduk pribumi, yang masih bertahan dengan nostalgia lagu anak Indonesia, tempo dulu.

Style dan sensasi bahagia yang belum tentu ada di abad milenial ini, membuat sebagian orang ingin kembali ke masa lalu.

Dapat dibayangkan, bagaimana riuhnya anak tempo dulu dalam membangun sebuah imajinasi menjadi nyata.

Membaur dengan tradisi, kearifan lokal, obsesi menjadi superhero, dsb, dan berbagi kisah sepanjang usia.

Namun, hal yang demikian malah cenderung menggiring cara berpikir anak jaman dulu (yang sekarang mayoritas besar di abad digital) sedikit agak terganggu dan bersikap kampungan.

Dan memang benar…kebanyakan kehidupan semacam itu, kini hampir tidak pernah lagi terlihat lagi.

Era Bahagia di Tahun 90-an


Dimasa kejayaan Enno Lerian, Maissy, dan Joshua. Waktu seumuran mereka, Saya hampir tidak pernah berpaling dari televisi.

Aktivitasnya-pun tak jelas. Seperti cengar-cengir sendiri, menirukan suara-nya Maissy menyanyikan lagu ciptaan don-kinol, adalah hal yang paling menggelikan kala itu.

Disaat rona zaman masih belum terfasiltasi gadget, sensasi bahagia selalu hadir silih berganti. Bahkan hampir tiap hari terjadi.

Tayangan televisi hitam putih, tetap menjadi tontonan yang diminati tiap pagi. Toh meskipun anak-anak anak rela berduyun-duyun mengantri. tak ada rasa enggan. Semua sangat riang.

Kalau dipikir-dipikir lagi, Saya amat beruntung lahir di tahun 80 an, dan besar di tahun 90-an.

Namun sekarang, zaman sudah banyak memberikan perubahan. Banyak hal-hal tabu yang dengan mudah diangkat ke permukaan, Termasuk cederanya peradaban seni. Berupa lagu itu sendiri

Terkadang saya-pun, dibuat geleng-geleng kepala.

Budaya, cita rasa, dan jati diri, terlihat makin luluh lantak. Seiring berkembangnya pola pikir. Menyadur gaya hidup, yang sebenarnya tak terlalu memiliki manfaat.

Disini, ekspresi yang mudah sekali menular. Peran sebuah lagu, ternyata memiliki banyak pengaruh terhadap tumbuh kembang seseorang.
Kebiasaan menyanyikan lagu luar negeri dan kontemporer, misalnya. Makin membuat anak-anak sekarang, lebih mudah terjangkit galau.

Padahal masih bocah, sudah bisa pacaran. Seperti pesan di sebuah lirik lagu saja… love..you..love..you..love you so much…

Ya… Ironis, Kalau sebuah masa anak-anak tergantikan dengan labilisasi yang belum waktunya.

Kalau dulu, lagu anak selalu terselip pesan pembelajaran yang sesuai dengan judulnya, (Enno-lerian – Dubidam), mengajak pendengar menyukai makanan khas dari tiap daerah. Sekarang, coba bandingkan.

Lagu jaman sekarang, malah cenderung dibumbui dengan percintaan dan, kesenjangan sosial. Berkembang pula media yang memunculkan reality setingan show, yang kian menambah keterpurukan lagu-lagu jaman sekarang. Padahal, Moral dan etika sangat mudah di edukasikan melalui sebuah tembang.


Kemana Pula Nostalgia Lagu anak Indonesia tempo dulu?


Sebenarnya dengan menjadi blogger, banyak pesan ilmu yang disampaikan sebagai wacana. Baik yang pro maupun kontra, semuanya memberikan pencerahan yang menguntungkan. Setidaknya untuk beberapa blog yang bertema Nostalgia Lagu anak Indonesia, ternyata masih ada.

Beruntungnya, Setelah Googling kesana-kemari, Saya memperoleh momen yang tepat untuk melampiaskan kerinduan Saya mendengarkan lagu-lagu dan tembang masa lalu.

Setuju atau tidak, selain di situs waptrick versi baru, kangen itu tergali di http://bintangkecil90.blogspot.com/


︾ BAGI JIKA INI BERMANFAAT ︾

Dan diharapkan Sharenya

apabila dirasa perlu 🙂
Name
Comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!