HomeLiteraturMotivasi dan InspirasiJangan Mengaduh ke Facebook, Jika Tidak Ingin Galau

Jangan Mengaduh ke Facebook, Jika Tidak Ingin Galau

Jangan Mengaduh ke Facebook Jika Tidak Ingin Galau | Pernah dengar kata-kata, galau gak kawan?…

Mungkin kalimat tersebut sudah tidak terdengar asing lagi di telinga para netizer semua. Bahkan iklan-pun dibuat seakan-akan galau jika dilihat dari selera anak muda yang enggan dibilang mati gaya.


Konon menurut cerita, asal muasal kata galau berasal dari sebuah iklan galau provider selular. Tapi entah kenapa anak muda jaman sekarang, juga turut keranjingan mengikuti budaya galau tersebut


GALAU: PSIKOLOGI MANUSIAWI, Yang Patut Disikapi


Nah bicara mengenai GALAU, Belakangan ini saya sering kecewa sekali dengan banyak status Facebook teman yang ikut-ikutan galau.


Galau yang identik dengan kepribadian remaja labil, mungkin bisa dianggap wajar dan tidak berlebihan. Sselama masih dalam lingkup etika berkomunikasi yang benar.

Tapi juga tidak bisa ditolerir, apabila kegalauan tersebut merembet ke dunia orang dewasa, hingga akhirnya salah sasaran.

Bisa dibayangkan. Bagaimana jadinya apabila seseorang yang sudah berkeluarga mengaduhkan unek-unek dan maksud hati melalui sosial media, tanpa memandang etika pergaulan. Bisa-bisa fatal dan timbul kesenjangan sosial. Belum lagi peristiwa bully..

Di dalam etika berkomunikasi, kita mungkin sudah tahu bahwa sebenarnya mengintip status update seseorang sudah menyalahi aturan. Karena saya pikir, di dunia yang serba internet ini, jeruji kriminal, sudah secara langsung dijembatani oleh sosial media.

Disosial media manapun sebenarnya, sudah ada peraturan tertulis bagi para pengguna. Apakah status tersebut nantinya bisa di share atau mungkin di setting secara privasi.

Jadi, jangan menyalahkan orang lain, ketika awal pembullyan seseorang diawali dari status kita sendiri yang suka memicu masalah.

Apabila status kita di intip orang, diincar hendak dibunuh, lantas berbentuk menjadi pergeseran perilaku ke arah kebencian, bersikaplah dewasa. Untuk lebih mewaspadai diri sendiri. Bukan salah mereka yang salah sasaran, tapi salah kita sendiri, tidak bisa menempatkan situasi.

jangan mengaduh ke facebook
Ciee Kegalauan melanda Hati

Memang. Sebagai sarana jejaring sosial yang menjalin hubungan tanpa batas, Facebook merupakan Wadah dan kontribusi yang cukup baik dalam pergaulan.

Namun apakah sobat mengetahui, bahwa ancaman peretas juga lebih senang mengumbar Virus #Galau dibanding Virus penyemangat diri.


TIPS ANTI GALAU DI SOSIAL MEDIA ALA BLOGERMIE


  1. Cinta Adalah topik anak muda, tapi tidak lantas membahas cinta melulu, Karena sumber permasalahan berasal dari cinta. Bijaknya mengabaikan semua pesan cinta baik yang indah maupun yang buruk, Daripada kalian galau terus.
  2. Gunakan Fitur Unfriend, jika kalian merasa terintimidasi dengan teman sendiri. Untuk menghindari sakit hati, jangan terlalu aktif melihat update statusnya daripada semakin sakit hati.
  3. Jika kalian punya akun disosial media selain facebook, mending untuk sementara waktu, berhentilah. Vakuum dari facebook, mungkin bukan atu jawaban. Setidaknya pikiran kita bisa fresh. Sembari bermanfaaat agar otak bisa dicuci.
  4. Jangan Nulis status slengekan, ngawur, dan acak-acakan. Karena status yang tidak jelas alias lebay, malah membuat sobat terlihat bodoh, sembrono, bahkan lagi stress dimata orang lain .
  5. Menyimpan kepedihan hati dengan banyak-banyak ke mushola, cangkru’an dengan teman warkop, main game dsb. Ketahuilah bahwa Tuhan-lah yang berhak dan pantas sebagai tempat mengaduh.

OK, kelihatan gak asyik jika sobat terlalu dicap galau bukan?… dan jangan terlalu banyak mengharap dengan kita galau, lantas pundi-pundi receh akan berjatuhan lantaran mengharap iba dari orang lain. Jangan Mengaduh ke Facebook Jika Tidak Ingin Galau

Salam rukun

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!