HomePersonalRewardAku Anak SGM, Mengalah Untuk Menang

Aku Anak SGM, Mengalah Untuk Menang

Aku Anak SGM, Mengalah Untuk Menang – Berpikir keras adalah satu ciri khas, yang sampai kini menjadi ageman hidup.

Saya itu memiliki kebiasaan, kalau sudah lama berpikir dan sudah merencanakan sesuatu hal, sampai teguh pendirian agar tujuan itu terwujud.

Walaupun bukan menjadi tauladan, karakter keras yang terbentuk ini, juga bukan sepenuhnya warisan genetik melalui karakter dari bapak saya. (mungkin) sebagiannya saya peroleh dari terapan keadaan dan lingkungan tinggal saya berada.

Saya harap, Anda tidak harus meniru karakter aneh tersebut, untuk sekarang ini.

Nah, kalau sudah bicara ideologi dengan istri, selalu tidak pernah menghasilkan titik temu.

Uniknya, meskipun versi kolot sang istri, menyebut- diri ini sebagai “Suami yang mewarisi tekat api, di dunia anime“, syukur alhamdulillah. Perdebatan yang terjadi, tidak pernah berujung pertikaian.

Nilai tambahnya, sebagai lelaki sejati versi majalah sobek, saya merasa berbahagia diberi karakter ini oleh yang maha kuasa. Terlebih lagi, manfaatnya amat berguna dan sangat terasa. Jika diterapkan dalam memproteksi diri dari gangguan hama di kehidupan saya. Ketika berumah tangga.

Saya fikir, rasa- syah-syah saja. Apabila pria didunia ini, menjiwai karakter keras dengan tujuan positif.

Apalagi kalau urusan rumah tangga, Si Suami harus berani mengambil segala resiko demi menjaga keharmonisan rumah tangganya. Selamat dengan penuh rasa tanggung jawab, menyelesaikan masalah tanpa semata-mata meluapkan emosi belaka.


DAPAT KESEMPATAN IKUT LOMBA FOTO AKU ANAK SGM

Tapi tidak untuk kali ini kawan. Kalau diantara pembaca yang budiman melihat tulisan ini pada tanggal 4 Januari 2013. Iitu menandakan bahwa kalian adalah rekan blogger yang sayang banget dengan keberadaan saya sebagai salah satu mahluk ciptaan-Nya.

Alasannya sih sederhana. Yaitu, tanggal 4 Januari  adalah hari paling membahagiakan keluarga saya. Karena hari ini, istri saya menang Kontes Foto Aku Anak SGM


Beberapa rekan kerja RSAL dan khususnya keluarga mertua, sampai-sampai ikut memberikan ucapan selamat. Kecuali istri saya ( Yang sekarang sedang asyik tidur. Dengan posisi melintang 45 derajat, menguasai 90% tempat tidur seolah-olah dia masih perawan).

Anyway, soal kemenangan kompetisi tersebut, sebenarnya bukan suatu perencanaan. Namun point penting di usia pernikahan kami yang menginjak 2 tahun ini adalah, pembelajaran menjadi pasangan suami istri yang harmonis. Saling mencinta, bukan berarti bebas tanpa celah.

Justru dengan mengambil hikmah pertengkaran tersebut. Kudunya dua makhluk lawan jenis itu, harus senantiasa kompak dan bekerja sama.


ALUR MUNDUR

Tepatnya tanggal 15 november kemarin, saya iseng membeli kamera digital Sony DSC W620 demi melampiaskan hobi terbaru perihal fotografi.
Dengan iseng pula mencari objek yang bagus, tiba-tiba saya teringat istri saya yang sedang mengandung.

Saat tiba momen-momen kehamilan istri itulah, tanpa basa-basi langsung jepret saja tuh posisi istri biar gak mati gaya.
ini hasil fotonya:

Aku Anak SGM, Mengalah Untuk Menang
Sumber: dokumentasi dan Facebook

Terlepas dari kesemuanya, apakah istri saya senang? Tentu tidak.

Istri sebenarnya amat kesal sekali. Bukan pada hasil jepretan foto yang tidak bagus, melainkan karena terlalu piawainya saya, untuk bermuslihat.

Uang yang dipakai untuk membeli kamera digital tersebut: “Nyengklong sedikit dari uang belanja bulanan..dek“…………..Toeenng.


Ini yang terkadang membuat saya sampai tidak enak hati dan terpaksa harus mengalah dengan diri sendiri..hmm

Seolah mengambil sikap acuh tak acuh. Saya hanya bisa menyamangatinya: “Ya udahlah dinda, maafkan kanda, nanti suatu saat uangnya tak ganti“. (Sambil mengusap air mata campur ingus dipipi) » klo istri saya baca bagian ini pasti dia bilang “PREKETEKK MAS


Nah, berlanjut pada hasil jepretan foto tadi.

Dengan hasil yang dibilang stengah-setengah (Capture gambar dengan kondisi bunting setengah frame), timbullah sebuah inisiatif. Untuk mengikutkannya ke kompetisi lomba Foto ibu hamil. Dalam rangka memperingati hari ibu yang jatuh pada tanggal 22 desember, tanpa sepengatahuan sang istri.

AKU ANAK SGM, SEBUAH HADIAH & REJEKINYA IRMA

Walaupun secara kasat mata, berita diadakannya kompetisi SGM aku dan bunda baru saya ketahui pada tanggal 25 desember 2012.

Syarat dan ketentuan kompetisi bisa dilihat di https://www.facebook.com/notes/aku-anak-sgm/syarat-dan-ketentuan-kontes-sgmbundahariibu/378869455531996

Fakta-fakta dari cerita diatas:

  1. Suami yang “pengku”
  2. Kami ribut bukan pada hasil foto, melainkan Uang yang dipakai untuk beli Camdig, adalah uang bulanan. Ini gak baik
  3. Dapat hadiah dari SGM Bunda
  4. Hidup berumah tangga mesti dilalui bertengkar dan bersikukuh perihal pendapat

Kejadian sebenarnya:

  1. Tidak ada “Romantis” yang ada hanyalah “Preketek dan Gombal Amoh
  2. Tidak ada kamus Romeo dan Juliet, yang ada “kesabaran ibu yang mengandung
  3. Suami mengalah kepada istri bukan syarat mutlak meruntuhkan kewibawaannya. Sebaliknya, istri yang mengalah kepada suami berarti menjalani fitrah sebagaimana perempuan.
  4. Tidak akan pernah ada jalan keluar jika pasangan menyelesaikannya sebuah permasalahan dengan luapan emosi.
  5. Jika suami mengakhiri debat kusir dengan cara keras. Bahkan sampai dengan tindakan fisik, sehingga istri akhirnya dipaksa mengalah. Maka yang terjadi sebenarnya adalah dendam dan sakit hati yang dikenang sepanjang hidup.
  6. Dijawab Elyana beberapa kemudian setelah posting ini dipublish demi mendapatkan Hadiah
  7. Dan preketek lainnya
Kontes Foto Ibu Hamil AkuanakSGM
Hadiah Dari AkuanakSgm.Trima-kasih bunda ^_^

︾ BAGI JIKA INI BERMANFAAT ︾

Dan diharapkan Sharenya

apabila dirasa perlu 🙂
Name
Comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!