HomeReadwiki dan situsWarung Blogger, Kolaborasi Multietnik dan Multiview

Warung Blogger, Kolaborasi Multietnik dan Multiview

Warung Blogger Kolaborasi Multietnik Multiview

Warung Blogger, Kolaborasi Multietnik dan Multiview | Sebenarnya tidak ada yang penting-penting banget pada testimoni saya kali ini, karena pada intinya, cuma ingin berbagi keluh-kesah, ber-uneg-uneg, dan Sambat.

Ya’ betul pemirsa…sambat. Dalam bahasa jawa, sambat di identikkan dengan gejolak perilaku manusia yang mana di alam kesadarannya, kurang dapat menerima suatu keadaan. Perilaku yang berujung pada sikap malas. Malas inilah yang kerap saya alami ketika pikiran mulai dihinggapi rasa was-was dan takut, lantaran ide menulis yang berleleran, tiba-tiba musnah begitu saja.

Faktor penyebabnya juga banyak. Yang paling sering terjadi dan intensitasnya rutin adalah ketika tengah asyik bekerja didepan laptop dengan fokus meniti 1 objek, tiba-tiba ada pesan masuk yang nyelonong lewat ponsel. Ini jelas mengganggu. Otomatis, pikiran saya dipaksa bergerak cepat untuk bermultitasking.

Menyelesaikan tugas dengan cepat, tentu bukan keahlian saya. Ujung jari sibuk mengetik, sementara bola mata lirak-lirik. Ritmenya juga kadang tak jelas, sampai kadang kelopak mata saya dibuat juling karenanya. Bermain game apalagi, buyar sudah harapan untuk menulis sebuah review.

Baca Juga : Membaca dan Menulis, Optimis gegara WarungBlogger#1

Sepertinya, saya tidak sekedar butuh alat bantu maupun dukungan, saya lebih menyukai eksekusi kasar untuk mengakhirinya. Dan 1 opsi yang saya lakukan demi tugas yang tak kunjung selesai ketika multitasking otak ini telah mencapai batas corenya menuntaskan pekerjaan dalam 1 waktu, maka saya harus meninggalkan tugas yang terberat terlebih dahulu. Sehingga tujuan semula yang sudah terencana dengan sempurna secara sistematis, secara susah payah harus saya akhiri dengan segera. Kefokusan di depan laptop inillah yang menjadi korban pertama, yang paling malang untuk tega saya duakan keberadaannya.

Nah berhubung kali ini saya dalam performa terbaik menulis (HP sudah saya Off-kan). Berada di kondisi serius untuk mereview… Maka ijinkan saya berimajinasi sebentar tentang “Apa itu Warung Blogger”?

FILOSOFI WARUNG BLOGGER BERDIRI

Sebagai Blogger berketurunan jawa, mendengar nama Warung blogger, Saya seolah dihadapkan pada kenyataan milenial. Kenyataan milenial tentang filosofi kopi. Ya, namanya juga warung, siapapun pasti tidak asing dengan frasa ini.

Ya. Filosofi kopi. Dengan kemasan warung yang identik dengan panyajian Khas Obrolah yang berisi. Selalu menarik untuk diikuti

Ibarat kata menghirup uap kopi panas yang di seduh pagi hari, pastinya…indra penciuman manusia yang normal, segan menghampiri sumber bau itu berasal. Ini baru analisa yang subjektif dari segi aroma dan cita rasa yang disuguhkan saja lho ya.

Di segi penyajian, akan beda lagi. Analisa objektif tak kalah pentingnya adalah “Rasa” kopinya itu sendiri. Terlepas apapun yang nantinya akan dibeli oleh pengunjung warung tersebut bukanlah Kopi dan bersifat atribut pelengkap, tidak menyurutkan naluri ilmiah pengunjungnya yang rata-rata penikmat kopi

Nah, sisi alamiah tersebut, dapat di pantau dari beberapa pertimbangan.  Misalnya, warung yang ramai pengunjung bukan karena khasnya makanan-minuman yang disodorkan, melainkan kenyamanan dan cara penyajiannya yang unik. 

Letak pembeda yang mutlak sebagai bahan uji kelayakan jika kita memilih warung sejenis, tentunya tak jauh beda jika di analisa. Bagaimana tingkat kerukunan penghuninya, bagaimana pula antusias obrolan warung itu sendiri, dsb. Walaupun tak dapat dipungkiri, menjajakan minuman dan hidangan lain, hanyalah sebagai menu pelengkap. Tiap konsumen bebas, dan berhak memilih.

Berkilah sebuah Warung mahal, tidak ada satupun kamus rasis disini yang menyebutkan “Orang kaya yang wajib singgah” sebagai pembanding warung yang sejenis, karena pengunjungnya di-pukul rata. Itu terbukti, setelah saya mengajukan diri sebagai member baru di Komunitas ini. Tidak ada kesan penolakan yang berbunyi: “POLICE LINE, YOU BETTER NOT CROSS. Hanya beberapa menit, akun saya bisa langsung di langsung Approve, tanpa dibubuhi persyaratan rumit. Semuanya serba transparan, tanpa modus-modusan.

Pernah suatu kali saya ikut mendaftar di sebuah Perkumpulan Blogger. Yang katanya, memiliki konsep nyaris mirip. Dengan iktikad baik membawa semangat kebangsaan. Padahal, nyatanya berbalik arah dengan Visinya. Kata sang moderator grup tersebut, Blog saya kurang personal dan kurang memenuhi persyaratan.
Pun demikian, saya tetap mengucap: Puji syukur.
Saya anggap fenomena ” Dunia Terbalik “ itu sebagai pelajaran sekaligus tantangan. Berusaha belajar untuk tulus menerimanya dengan lapang dada hingga akhirnya saya bisa pasrah.

PRE HISTORY

Seperti halnya Warung Kopi di tepi jalan, Gontai terhempas angin dari seutas benang harapan. Tidak ada satupun sebuah Warung Kopi yang tiba-tiba sukses dan menjadi “Starbucks” Cafe. Semuanya juga pasti mengalami proses dari nol. Memiliki masa paceklik, punya beragam suka-duka. Tidak pula dibiarkan melompong tanpa pengunjung.
Strategi khusus pastinya telah diracik dengan sungguh-sungguh oleh pemilik warung dengan menghadirkan kopi.
Di kemas dengan pembungkus yang baru, muncullah cita rasa baru yang tak kalah sedap, dengan tidak meninggalkan filosofi kopi itu sendiri, seperti Kopi Luak, Kopi Torobika, Kopi Susu, Kopi Jahe dsb.

Demikian pula dengan pendiri Warung Blogger Online, tempat berkumpulnya komunitas blogger ini berdiri dan di prakarsai. Namanya +Essip, seorang Backpacker asal Jemberg – Jawa Timur.

Mulanya beliau tidak berfikir panjang jika komunitas kecil-kecilan tersebut akan mendadak besar seperti sekarang, biarpun dulu harapannya sempat digantung.
Ibarat kata seutas benang rajutan backpackernya masih kusut dan rentan ambrol, namun berkat kerja keras banyak orang dan dukungan tokoh-tokoh yang memprakarsai, kini beliau sudah bisa menikmati jerih payah tersebut, hingga terkenal dan membawa nama baik nama-nama selain dirinya sebagai tokoh Blogger Jember.

By the way, Warung Blogger dulunya, juga sebuah warung suka-suka. Tonggak berdirinya Warung Blogger ini berdasarkan reka ulang teman seperjuangan Mas Essip yang asli keturunan jawa. Tak tanggung-tanggung dan bukan kaleng-kaleng, berkolaborasi dengan Mbak Jumialely, Mas Fendik, Mas Prima dan Mbak Lidya, menghimpun sebuah wadah pertemanan di Facebook.

Hingga di suatu masa, wadah pertemanan facebook yang semula hanya seperangkat aktivitas canda tawa dan menyapa biasa di dunia maya, mereka realisasikan dengan bertemu langsung. Bertatap muka melalui acara kopdar antar daerah.

Tak banyak info yang saya peroleh untuk mengkaji kebenaran dan latar belakang berdirinya Warung Blogger. Merangkak usia satu tahun sesudah saya bergabung, grup ini mulai ramai dibicarakan orang. Bahkan pernah event besar seperti Blogger Nusantara yang diselenggarakan di Jogja beberapa tahun lalu, warung blogger bertindak sebagai suksesornya. Pas kebetulan juga, saya tak ikut hadir 😀

Baca juga : Hari Blogger Nasional, Tentang suratan

Disini perjalanan saya sudah sangat agresif sebagai Blogger betulan (bukan lagi blogger siluman dengan membawa nama anonymous). Setapak demi setapak, saya mulai berani terbuka perihal identitas privacy yang aslinya rada eror, tetap ganteng, namun sedikit pemalu (akibat konsumsi micin yang berlebihan) lantaran berulang kali menyabet penghargaan sebagai jawara oleh pihak blogdetik pada kategori lomba menulis dan lomba berkhayal kala itu. Saya berhasil menyusup ke dalam struktur warung blogger dengan bertujuan ingin berkenalan langsung dengan siapa saja suksesor dibalik nama besar pendirinya.

Baca Juga :Dibalik keterbukaan, menjadi Blogger adalah teguran

Hingga pada Tahun 2014 yang lalu, saya mendapat kesempatan berjumpa dengan pendirinya langsung secara 4 mata. Suatu kehormatan mendapat kesempatan tersebut. Menutup ketidak tahuan banyak orang bahwa pendirinya juga memiliki obsesi dan kebiasaan dekil yang nyaris sama parahnya dengan saya, yakni sama-sama suka ngupil, dengan 5 jari sekaligus. Ckckckck 🙂

Pun demikian, secara sukarela, pengelolalanya sekarang silih berganti, berpindah tangan. namun tetap di bawah koordinator yang sama. Mas Loozakbar namanya.

Baca Juga:Tepar Tapi seru, Kopdar Individu bersama #WarungBlogger

Di Tahun ini, Warung Blogger berhasil menjulang tinggi hampir beriringan dengan usia Blog Blogermie yang main tua, makin keladi. Saya juga belum menyiasati rencana untuk menjadwal acara bertemu dengan blogger senior, mengingat kesibukan mereka juga tidak bisa ditinggalkan begitu saja. hanya sebagai catatan, saya tak pernah mendengar kabar, siapa Buzzer di balik pemilik akun Twitter Warung Blogger yang sekarang.

Saat ini Warung Blogger telah menjaring lebih dari 2000an follower. Sebuah keinginan yang berhasil di capai para penggagasnya dulu. Angka itu merupakan yang terbilang spektakuler.

Semoga makin tahun, Warung Blogger kian Solid. Tanpa degredasi jaman, semoga muncul tunas-tunas baru dalam mengisi kesenggangan berfikir dan kesibukan para admin di dalamnya.

Jika ada yang merasa butuh informasi untuk bergabung, silahkan persiapkan akun twitter kalian dan baca panduannya halaman ini:
https://www.facebook.com/groups/warung.blogger/doc/230294916982842/

MINUM KOPI, SEBUAH TRADISI MULTIETNIK & MULTIVIEW

Mungkin Inilah alasan pendiri WarungBlogger mengangkat tema Kopi sebagai tag-linenya. Tradisi masyarakat etnik nusantara yang bertaraf sederhana, menjadikan acara minum kopi terlihat sangat terlihat menghibur. Ini dapat dilihat secara Etika minum kopi itu sendiri. Diluar jawa saja,  Negeri Seribu kopi di Aceh-pun tampak riuh dengan pemandangan kekeluargaan yang bersahaja.

Demikian pula dengan Warung Blogger, Sewaktu pertama kalinya penulis mendatangi Warung Blogger dengan bertujuan berhutang, pengunjung yang baru tiba disana, langsung dibuat panik. Gaya sambutan yang tergolong tak biasa, membuat saya betah berlama-lama. Bertegur sapa adalah ciri identik yang selaras dengan karakter pengunjung lainnya.

Sewaktu meminum secangkir kopi-pun, para tamu akan dibuat betah. Tidak untuk bengong, namun betah bertukar inspirasi, bercengkrama dengan penikmat kopi yang lain.

Sekali lagi bukan karena enaknya kopi, tetapi faktor kenyamanan berbaur dengan penikmat kopi yang lain membuat suasana warung kopi tampak sangat bersahabat. Sehingga bagi saya sendiri Etika paling santun dalam adat jawa ketika ber-warung bukanlah sekedar makan, minum, dan langsung pergi. Tapi identik dengan Cangkruk=nongkrong yang di dalamnya si pengunjung warung bisa lebih rileks, dengan pemilik warung, bahkan guyonan dengan pengunjung lainnya, tapi ya tentu didahului dengan etika berkunjung yang benar semisal memberi salam dan berpamitan.

WARUNG BLOGGER DAN CAFFEIN YANG MEMBUAT SEMPOYONGAN


Eits, jangan salah persepsi ya…Sebenarnya saya sudah kehabisan banyak kata untuk menuliskan alur cerita ini. Takut Dinkes Provinsi mengultimatum Blog ini.

Sembari berapriori positif, biarkan saya menjelaskan sedikit sisi positif dari 1 mg kafein.

Kafein sebenarnya berguna untuk meredakan / bersifat neuroterapi) urat syaraf yang tegang akibat stress, termasuk bagi penderita doyan ngantuk. Kafein bersifat sebagai obat penenang jika dosisnya besar. Kafein adalah senyawa yang tidak diproduksi tubuh secara alami. Untuk menstimulunkan peredaran otak manusia, baisanya senyawa ini hanya dapat diperoleh melalui alam.

Itu baru dari ekspektasi kesehatan yang saya nilai. Nah kalau kita sudah singgah dan daftar di Warung Blogger dengan kurun waktu yang relatif  lama, kafein bisa menjadi candu paling parah setelah racun neurotoksin ular kobra. Lama-kelamanan, syaraf anda bisa jebol dan kopyor seperti saya lho. Tidak menutup kemungkinan.

Sepanjang sejarah beraktivitas menulis dan bergabung menjadi member disini,  tercatat setidaknya 5 manfaat Kafein yang saya ambil intisarinya secara humanistis. Yang sanggup ditelan, sesuai kriteria yang kita pilih.

  1. BANYAK TEMAN

  2. Kak, perlu saya jelaskan ya, karena pembaca disini adalah orang Bedjo. Atau pembaca juga dapat bertanya dan Follow twitter resminya di:

    Twitter WarungBlogger
  3. MEMOTIVASI DAN MENGINSPIRASI DIRI

  4. Kebanyakan pengikut disitu juga Blogger. Tapi yang menurut saya yang menjadi prioritas adalah mereka yang sudah fasih nge-Blog secara personal.
    Karena jika dibandingkan dengan Blog yang monohok berisi dengan Tutorial, akan sangat rentan dan cacat akan Plagiarisme. Sehingga Blog Gado-gado yang tidak terlalu optimis mengurusi konten dengan menyisipkan keyword yang rumit, cemas kontennya dicontek orang, sangat cocok singgah disini

    Nah, dengan membaca artikel yang ditafsir murni dari buah pikir dan difrasekan oleh penulis sendiri, Blog personal dapat dijadikan lahan subur bagi kita dalam menggali sebuah ide menulis.

  5. EKSPEKTASI MENJADI TERKENAL DAN VIRAL

  6. lebih baik gagal setelah berjuang, daripada menyerah sebelum berperang“.

    Jika anda kenal siapa itu Agus Mulyadi. Sebelum dirinya modis dan kece seperti sekarang, ia terlahir lebih dulu sebagai Basic seorang Blogger juga lho. Kebetulan juga, dia adalah salah satu member yang dicetak dari sini. Selain masih intens menulis, sekarang Mas Agus makin eksis dengan kesibukannya sebagai salah satu aktor stand Up Comedy.
    Mas Agus juga memiliki standart humor yang tinggi ketika diundang sebagai tamu talkshow di net TV.
    Selain itu, dia juga piawai seni editing gambar menggunakan photosop

    Dengan menambah perkenalan melalui jalur media online, merupakan sebuah mediasi, syarat mutlak yang wajib dimiliki seorang penulis demi meningkatkan segala potensi dan cara menganalogikan suatu masalah. Jangan putus asa, karena disini, rekan warung blogger akan senantiasa membangun kebersamaan bagi semua koleganya. Ingin terkenal, sekarang hal itu tidak mustahil lagi bagi Warung Blogger. Disinilah peristiwa kekinian itu bermula dan terjadi

  7. KAFEIN COORPRIZE DAN HADIAH

  8. Berhubung mediasi dan advertising lagi marak ditanah blogsphere, ada promo khusus yang berasal dari sponsor, bisa kontes blog/kuis yang bisa kamu pantengin disitu. Intinya, kita bisa berpeluang untuk mendapatkan banyak hadiah. Cukup dengan mantengin twitternya. Tunggu kejutannya.

  9. KAFEIN BACKLINK

  10. Backlink atau membuat link yang berkualitas memang perlu. Warung Blogger memang tidak menyertakan aturan yang mengikat, yang menjadi satu-satunya syarat khusus dalam merekrut member. Selagi kita memiliki Blog maupun situs pribadi, ditunjang dengan halaman yang relevan, Semua itu sudah lebih dari cukup.

    Jika anda merasa blog yang dikelola cukup ciamik dan layak dipublikasikan, anda bisa gabung di grup

    https://www.facebook.com/groups/warung.blogger/

    Baik Kafein yang saya maksud diatas juga punya efek samping, Termasuk jika kita terlalu sering Online. Jadi saya sarankan kalau sudah terlalu sering nimbrung, istirahatlah sejenak. Selain berguna memulihkan stamina yang loyo, kita harus rutin menjaga pengeluaran bulanan yang tak berguna semisal Listrik, dan paket layanan data.

    Lha wong online terus, opo yo gak butuh biaya? 😀

Semua blogger pasti sadar diri, tak satupun manusia didunia yang ingin hidup dengan kebodohan. Biarpun secara formal dia pernah sekolah tinggi, dan pintar, bukan menjamin dia paling hebat kalau belum menyadari apa itu Arti “Berbagi”

Semoga dengan Hadirnya warung blogger ini akan merangkul semua blogger-blogger intelek dan rendah hati. Demi mampu merapatkan barisan,bukan malah merapatkan golongan.

1 komentar untuk “Warung Blogger, Kolaborasi Multietnik dan Multiview”

  1. Ping-kembali: Review serius JUBI - Mode : [ Jujur - Berbagi - Intelektual ] » Blogermie™

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!