HomePersonalBingung Harus Memulai, Selamat! Anda Dilanda Stress

Bingung Harus Memulai, Selamat! Anda Dilanda Stress

17 Mei 2013, saya bingung harus memulai darimana. Seperti tulisan-tulisan terdahulu, kehamilan akan tetap mengisi idealisme tulisan ini. Jelasnya, saya sedang diuji akan datangnya sebuah peristiwa kelahiran.

Oh My God?!!!, Blogger Seganteng John Martin Bimbel seperti Saya, harus menahan goncangan batin yang begitu hebat.

Baca Juga: Inseminasi Buatan# Cara Mendapatkan Momongan sesuai Kaidah dan Tuntunan

Diceritakan kembali, seusai pulang paksa pekan kemarin karena salah analisa, sang istri berencana saya kembalikan lagi rawat inap di rumah sakit yang sama akibat kontraksi hebat 2 jam lalu. Sudah tepat, jika prediksi usia kehamilan cukup umur, dan sudah cukup pantas baginya untuk dirawat di-sana.

Ketika bingung apa yang harus dilakukan, Saya merelakan badan saya terbaring di serambi bangsal sampai proses melahirkan itu datang dengan sendirinya. Paling tidak hari ini, saya banyak berjumpa dengan begitu banyak orang baik dengan mengambil kesimpulan:

Ternyata, Saya harus belajar bahwa untuk bisa menjadi insan yang menerima, saya tidak boleh meneriakkan semua yang ada dalam kepala saya begitu saja. Saya harus memilih dan mengkaji, mengeluarkan uneg2 saya , sehingga tidak lantas serampangan ke sembarang orang, dalam kondisi bagaimana, dengan cara apa.

Kadang-kadang, ini membuat saya menjadi manusia yang sukanya cari aman. Tidak mau ribut, dan lebih suka mengikuti maunya orang lain. Dan setelah sekian lama, kondisi ini membuat saya jadi manusia yang terdidik untuk percaya pada dirinya sendiri. Menjadi manusia menyedihkan yang sempat rela kehilangan eksistensinya dalam diri, demi membuat orang lain senang dan menerima keberadaan diri. Benar-benar kasihan dirimu Her,

Kembali kepada topik utama istri yang tengah bergulat dengan rasa sakit dan Nyawanya yang tengah berontak melawan maut, Saya hanya bisa berdoa. Menghadapi penantian itu, sama halnya dengan berserah diri dengan apa yang kita terima selanjutnya. Bingung itu pasti, asal jangan sampai kebingungan. Berusaha untuk menjadi pribadi yang diam, tanpa mengeluh dan banyak kata…itu kuncinya.

Baca Juga: Diam, Kelemahan sebagai Pangkal #Ilmu Yang Menguntungkan

Inilah saya. Bingung Harus bagaimana…

bingung dengan kepribadian diri sendiri

Paling tidak, saya tahu diri. Saat mengalami gejala stress tingkat tinggi, Saya pikir kebanyakan orang tahu, kalau biasanya manusia tak hanya punya satu sisi. Manusia punya sisi yang tak tampak oleh orang lain. Apa itu..?…

Satu Idealisme, Satu lagi Emosional dalam bentuk Hati yang tak terelakkan. Apa itu ya…hmm..mungkin rasa iba dan tak tega. Sisi Iba Emosional dalam bentuk Hati yang tak terelakkan ini yang kadang mensugesti saya untuk tetap kuat dan tegar. Termasuk jika harus tersudutkan oleh suatu problema dan dilema. Namun, saya bersyukur masih punya 2 sisi itu.

Idealisme berada di urat pikiran saya, sedangkan hati adalah Lautan perasaan yang bermuara adari pikiran untuk dipertimbangkan oleh hati..lantas menyebar ke sekujur badan dalm persepsi sikap penuh kesadaran. Agak Bingung juga menjelaskan.


Bingung dengan diri sendiri mungkin ya.


Dan, inilah potongan-potongan cerita dari sisi yang itu, yang berteriak ingin keluar sebagai saya. Keluar di sini. Lewat tulisan

Semoga tidak terjadi apa-apa dengan proses persalinan istri saya setelahnya

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!