HomeLiteraturMotivasi dan InspirasiMenulis Bukan Untuk Reward

Menulis Bukan Untuk Reward

Semua orang bebas mengemukakan pendapat selagi dalam jalur yang benar dan memberikan dampak positif bagi orang lain. Masalahnya adalah ketika cibiran datang hanya karena kalah bersaing dalam kompetisi. Dalam hal ini Konteksnya lomba blog, dan lomba menulis. Tak sepantasnya, menulis bukan untuk reward dijadikan statement untuk menyerang seseorang lantaran tulisannya tak menarik, tak layak baca.

Setiap orang sudah tentu punya pendapat sendiri, ada yang mengatakan bahwa menulis adalah bakat alami sejak lahir, ada yang mengatakan menulis itu gampang, ada yang bilang menulis itu simple. Pokoknya, sampai saat ini, tidak ada pendapat yang baku untuk dijadikan acuan.

Menulis adalah mereview? mana diantara keduanya yang benar?..

Saya dukung 100% orang yang idem dengan keduanya. Karena bagaimanapun secara harfiah, menulis tak ubahnya seperti mengkaji apa yang telah kita lihat, apa yang telah dirasakan, dan apa yang tengah terjadi saat itu. Entah itu penyampaiannya secara angan-angan (fiksi) maupun pendapat (realita), toh menulis tetap menjadi cara mengkaji inspirasi yang paling baik.

Baca juga : Arti dan Cara Mereview Situs, Blog, dan website

Namun, ada yang terasa mengganjal jika tulisan ini saya terbitkan. Ini berkenaan dengan cara pandang penulis minor.
Penulis mayor (yang katanya) menganggap “gaya” kepenulisan pemula adalah hal yang biasa-saja, disepelekan, bahkan seperti sangat memaksa secara komersil. Tentunya hal tersebut tidak selalu dijadikan acuan. Karena bagaimanapun juga, penulis memiliki pertimbangan sendiri dengan topik tulisan yang dipilih sesuai kapasitas dan wawasan yang digali.

Meskipun tujuan awalnya memang menulis dengan membawa genre tertentu. Tentunya ada sedikit azas perubahan yang terbawa. Karena menulis bukanlah sekedar menjadikannya sebagai penyampai keluh kesah seseorang, tapi juga menggiring cara berkomunikasi ke arah dialeg bahasa yang lebih mudah dipahami.

Baca Juga :Menjadi diri sendiri seutuhnya,,,yang seperti apa?

Menulis juga dapat di kategorikan Hobi. Bagi mereka yang memiliki minat dan kemauan. Tak pelak suatu saat nanti, saya amat berkeyakinan jika hobi tersebut akan bergeser pula seiring dengan cara pandang yang bersebrangan, ketika menjalani kehidupannya. Lambat-laun, gaya menulis juga akan mempengaruhi kepentingan lain yang berskala prioritas. Ambil contoh ketika sudah berkeluarga.

Sudah jelas nantinya menulis tidak hanya sekedar penyampaian inspirasi, tapi dapatnya-pun harus menghasilkan income. Masalah reward diraup atau tidak, itu hanya urusan mujur tidaknya seseorang, Karena rizeki sudah diatur yang diatas.

Jadi, jika ada orang yang menganggap: menulis bukan untuk reward, atau yang tak kalah satir: Menulis hanya untuk mencari pasif income, satu hal yang ingin saya ubah demi mematahkan klaim tersebut adalah tidak semuanya benar (bagi saya), karena:

  1. Menulis, (Menatar uneg-uneg lisan menjadi Tulisan) itu dilakukan dengan sepenuh hati sesuai kredibilitas penulisnya sendiri – Tidak ada hubungannya dengan reward
  2. Menulis Suka-suka dalam arti luas, adalah melihat berbagai hal yang dipandang layak dijadikan inspirasi -Tidak ada hubungannya dengan Upeti
  3. Menulis adalah tindakan tidak mengada-ada dan tindak berjaga-jaga, dan dapat dipertanggung-jawabkan secara kualitas pribadinya. – Tidak ada hubungannya dengan Grasi
  4. Menulis adalah menyikapi zaman dengan memberikan sentuhan tulisan yang sedang happening – Tidak berhubungan dengan Upakarti

Hematnya-pun, yang terpenting dari sebuah tulisan yang mantab guna menginspirasi orang lain, dan benar-benar fokus dengan topik yang dibuat, karena bagaimanapun cara pandang seorang yang dipenuhi pemikiran Ortodok secara Komersil itu namanya “pamali” dan tidak baik.

So, menulis saja tanpa berkeluh kesah, dan berhenti berfikiran negatif. Namanya mujur itu gak bisa diukur maupun di sangka-sangka. Kalau sudah waktunya, level manusia seiring waktu, akan bertambah tingkat pemahamannya.

Baca Juga :Potensi wajib dimiliki, demi mengasah naluri

1 komentar untuk “Menulis Bukan Untuk Reward”

  1. Ping-kembali: Arti & Cara Mereview Situs Blog Website #tips » Blogermie™

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!