HomePersonalBalon Smiley di Akhir Pekan

Balon Smiley di Akhir Pekan

Balon Smiley di Akhir Pekan | Terlalu dini untuk mengeluh lantaran menyalahkan harinya kurang tepat.

Sepertinya sih bukan juga disebabkan oleh Hari minggu, tapi murni karena hujan. Sehingga rencana membahagiakan orang terdekat bisa berantakan.

Ditambah sebungkus Mie Instan, rasanya tak cukup untuk menyuap nafsu makan saya yang menyerbu. Akhirnya kaki melangkah keluar secepat mungkin di pelataran parkir. Tempat saya bekerja.

Ditemani gerimis yang sialnya mendadak jadi besar ketika menerjang separuh perjalanan.

Tekad boleh terhalang, namun tak menyuruti keadaan. Insting manusia saya-pun muncul.

Jika tidak ingin tubuh gemetar didera sakit, saya harus mencari caya, bagaimana agar lekas memperoleh tempat untuk berteduh.

Begitu mengetahui hujan makin lebat, perjalanan pulang, Saya hentikan sesaat.

Saya tertegun, lantas berteduh sejenak di sebuah tenda kecil. Yang terbiasa dipakai naungan bagi para sales motor, ketika membagikan kertas selebaran piutang.

Tepat di ujung jalan sana, bulir-bulir air yang jatuh kian lebat. Tak satupun didapati penjual nasi bungkus yang terlihat membuka lapaknya…Sebenarnya…. saya sangat lapar sekali sore ini.

Tak lama berselang, sebuah sepeda kumbang tengah bersandar.

Tepat di hadapan Saya kini, tegak berdiri pria paruh baya. Agak kurus, yang menjual beberapa balon angin beragam bentuk.

Saya mencoba menawarkan diri, berusaha mengalihkan rasa menggigilnya yang menjalar di sekujur tubuh.
Lengkap sudah obrolan 2 orang pria berkeluarga, yang terhimpit keinginan untuk pulang kerumah, namun terhalang cuaca.

Beliau tampak bahagia ketika Saya meminta 1 buah balon smiley diturunkan dari tempatnya.

Saya memahami kalau balon itu tak punya nyawa. Namun sebagai pembeda, balon tersebut, punya ekspresi yang tak biasa. Tak berdusta ketika menghadapi situasi ekstrem.

Saat berkumpul maupun dipisahkan bersama rekan balon yang lain, dia tetap saja tersenyum.

Tak peduli panas maupun hujan, dia tetap tersenyum sampai kini. Balon Smiley yang tidak pernah mengeluh, tak mampu disuap.
……..

Pikiran Saya mengambang.

Sepulangnya di Rumah, Dengan Balon di Tangan


Sore ini, satu buah balon Smile yang di ikat kuat.

Menjadi saksi kehadiran penjualnya amat bernilai. Di satu keinginan si bapak, bisa pulang, tanpa bertangan hampa. Demi membahagiakan anak tercinta.

Disisi yang lain bagi Saya, Irma pasti suka.

Terlepas dari rasa lapar yang tadinya datang mendera…saya benar-benar sudah melupakan hal itu.

Balon Smiley
Balon Smiley untuk Irma

︾ BAGI JIKA INI BERMANFAAT ︾

Dan diharapkan Sharenya

apabila dirasa perlu 🙂
Name
Comment

error: Content is protected !!