HomeCorat - CoretHati Getir, Terlalu Banyak Mikir Lantaran Diblokir

Hati Getir, Terlalu Banyak Mikir Lantaran Diblokir

Siapa sih yang tidak pernah kecewa dan merana, untuk urusan asmara. Perasaan bersalah dan sulit menerima, pasti menghampiri. Lebih lagi, dengan susah-payah berupaya mempertahankan suatu hubungan, hati getir yang dirasakan, kerapkali menjadi noda di akhir sebuah cerita . Begitu juga kisah yang mendera teman saya.

Minggu, 31 agustus 2014 yang lalu, Seorang teman yang masih sepupu istri, datang berkunjung ke rumah ini.
Selain berniat untuk silaturrahmi, ia yang sekarang, nampak (lebih) bicara banyak dan antusias bercerita. Cerita yang sama dengan keluh kesah yang dulu pernah ia utarakan. Masih sama -sama tentang percintaan.

Namun yang berbeda untuk yang terakhir kali, kini cerita yang ia bawa, hanya tinggal puingnya saja. Mengetahui perasaannya begitu hancur, hati getir sudah, sehancur-hancurnya bahwa menutupi ketidak-tahuan banyak orang, bahwa akun facebook miliknya telah di remove oleh orang yang dikenal begitu dekat, selama ini.

Baca Juga: Putus Cinta, perihnya sakit Hati

Saat duka telah tiba atas berakhirnya sebuah hubungan melalui sambungan seluler, itulah ending cerita yang menurutnya paling menyakitkan…ia kembali mencurahkan isi hatinya melalui tulisan ini.

hati getir terlalu banyak mikir
Sumber Gambar: Shutterstock.com

Saya hanya tersenyum untuk menghormati keterbukaannya, lantas memberikan  jawaban yang masih sulit untuk ia terima.

Di-remove atau tidak, itu tidak akan bisa menebus rasa bersalahnya kepadamu,bahkan jika sampai menghapus keberadaanmu dalam pikirannya. Kamu harus ingat jika pernah meraih posisi yg layak dihatinya, maka berbahagialah untuk prestasimu itu.

Hal yang tak bisa dipungkiri adalah meski dalam status ‘tak lagi bersama’, kamu masih bisa ‘berdampingan’, sebagai teman. Oleh sebab itu, saat meremove-mu, itulah tanda mata terakhir yg menjadikan  kamu sungguh saangat berarti.

Ia menghargai keberadaanmu dengan mengucapkan sepatah dua kata perpisahan Kepadamu, seorang diri lagi….hebat kan!, meskipun hanya lewat telpon. Itu berarti dia berpamitan dengan terpuji,baik tutur kata dan tingkah laku, yang sudah menunjukkan bahwa ia adalah wanita yang berilmu “

Andaikatapun, untuk memohon kesempatan kedua darinya, adalah jawaban atas keluh kesahmu, hal itu tak perlu sampai kau lakukan. Dengan bertekat melakukannya, itu sama saja seperti kalian memicu permasalahan kalian yang baru. Kau malah bisa lebih terjatuh pada lubang yang sama. Jadi, masihkah kamu mengeluh?

Kawanku, Pahamilah : Terkadang, Tuhan hanya mempertemukan, bukan mempersatukan

︾ BAGIKAN JIKA INI BERMANFAAT ︾

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!