HomePersonalGalau : Yang Terbaca

Galau : Yang Terbaca

Membaca: Galau | Dear G, jika engkau menganggap pertemuan kita terdahulu adalah prahara, itu adalah stigma yang salah. Justru ini adalah waktu yang tepat bagi dirimu untuk memaklumi kebenaran rasa syukur, karena mendapatkan ucapan perpisahan terindah hanya dari orang yang benar-benar pernah pernah mencintaimu, dan beruntungnya sosok itu adalah Aku.

galau

Itu tandanya, bagiku… kau adalah perempuan yang sangat berarti. Sementara banyak perpisahan yang terjadi dengan seribu praduga tak bersalah, kerap berujung masalah. Bahkan banyak diantara pasangan yang akhirnya berekspresi galau, menistai kata maaf dengan banyak mengumpat dan mengutuk. Itu yang membuatku tersenyum kemarin saat memandangmu, tak perlu menyalahkan kodratmu. Engkau tak pernah terbuang dari kisahku.

Baca Juga : #Hujan dan Galau

Baik diriku dan dirimu sekarang, hanya sebuah pion catur yang terus berjalan maju menghadapi suratan. Kita tak boleh egois melangkah serampangan untuk selalu menuliskan nama kita diatas sana. Kita sudah dewasa, bukan waktunya lagi bertanya “Kenapa tidak dari dulu kita bertemu dan menikah ?”. Galau kah kamu?

Kenyataan yang kini telah menjawabnya, apapun rahasia di balik-Nya, ikatan ini tak lebihnya seperti keluarga biasa yang harmonis, tidak lebih.

Note : Ini hanya contoh ekspresi galau dari seorang teman yang saya serap menjadi wacana nasehat

Menjalin silaturrahmi tanpa memandang lini, itu bagus. Baik perempuan maupun laki laki adalah sama. Memperlakukan mereka sama baiknya adalah hak kita juga. Namun terkadang perlakuan baik kita kepada mereka, terkadang berharap lebih. Ingin berbalas rasa.

Tak jarang, ketika saya menjumpai teman-teman tersandung masalah asmara, terutama yang notabennya kebanyakan dari kalangan perempuan, dengan maksud dicarikan solusi atas dilema cinta yang mendera, saya lebih memilih santai. Namun tak pelak, antipati dan wajib waspada juga dalam menjaga jarak. Mengingat, dengan kita intens jadi sandaran curhat, itu sama saja kita merelakan kebahagiaan kita sendiri untuk Terlalu memprioritaskan urusan orang lain. Toh yang minta bantuan tersebut adalah kawan dekat, Bisa saja berujung minta belas iba dan simpati kita, Karena rasa Nyaman yang ditimbulkan bisa mengarah dari suatu hubungan yang tak memiliki arah dan tujuan yang jelas. Alias selingkuh. Maka Berhati-hatilah bagi kalian yang sudah berkeluarga.


︾ BAGI JIKA INI BERMANFAAT ︾

Dan diharapkan Sharenya

apabila dirasa perlu 🙂
Name
Comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!