HomePersonalMenyesal….?

Menyesal….?

menyesal dengan keadaan

Sepanjang usia, akan terdapat banyak isu yang selalu ingin merasa tak dihargai. Semacam perasaan menyesal, demi beragam alasan.

Terdengar konyol bagi sebagian orang, seolah sedang berbuat perilaku (yg dirasa kurang pantas), bahkan sepele, seperti putus cinta hingga mengkerucutkan sebuah putusan untuk membuat jalan pintas dengan jalan bunuh diri. Fenomena itu adalah lumrah. Buktinya sudah sering kita lihat di penjuru sosial media bukan.

Menyesal adalah yang paling manusiawi, itu benar adanya.
Setiap orang memiliki dilema yang beragam dalam hidupnya, ada yang memiliki kisah sesuai pengalamannya. Tak sedikit pula yang memiliki kisah di luar nalar kesadaran dan perencanaan yang tak terduga, sehingga membuatnya merasa bersedih dan bersalah dengan semua itu, memaksa untuk turut hadir.
Padahal, jika terus-menerus merasa sedih, tidak akan mengubah apa pun untuk berubah. Tetap stagnan itu-itu saja

Perlu diketahui, waktu dengan begitu cepat menggilas yang telah lama berlalu. Yang kita sambut itu masa depan, bukan malah menengeok masa lalu yang penuh ke kelaman. Masa lalu yang sudah dilewati, tak bisa dijemput ulang, maka biarlah itu menjadi bagian dari cerita hidup.
Cara terbaik menebus kekelaman itu, memanfaatkan setiap detik waktu sekarang untuk kegiatan yang bermanfaat dan memberi dampak positif. Sejauh mungkin, hindari perbuatan yang sia-sia.

Selagi manusia dibekali nikmat untuk menilai dan mengevaluasi apa yang sudah terlewati, menyerahkan segala apa yang telah terjadi kepada hakikatnya, maka sepanjang itu pula kita punya satu alasan yang sama untuk tidak menyesal, atas apa yang sudah terjadi.

Yaitu, jika sudah melewatinya dengan iktikad baik dan kebaikan yang tertinggal, tak ada yang harus kita sesali. Anggap saja kita sedang meludah…. atau bersedekah, namun tidak dalam keadaan “pamer” dan tidak dalam keadaan “butuh pengakuan”. Baca dan renungkan setiap peristiwa sebagai loncatan.

Baca Juga :Membaca yang terlampaui, Bertualang untuk kini dan nanti

Setiap detik dalam hidup ini kian bermakna, jika wawasan dan rasa rendah hati itu dipergunakan sebagaimana mestinya. Suratan yang kita jalani, jangan dipaksa untuk mengikuti maunya kita, jangan berharap sinopsisnya selalu berakhir merdeka dengan yang terencana.

Rencana Tuhan-lah yang berlaku untuk semua makhluk-Nya. Serahkan semuanya pada Tuhan adalah cara terbaik melupakan masa lalu dan meminta maaf dengan semua kesalahan yang pernah diperbuat, serta berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan serupa.

to: someone yg suka ngestalk… dari kejauhan


︾ BAGI JIKA INI BERMANFAAT ︾

Dan diharapkan Sharenya

apabila dirasa perlu 🙂
Name
Comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!