HomeLiteraturMotivasi dan InspirasiUsah Menangis, Rezeki Sudah Tergaris

Usah Menangis, Rezeki Sudah Tergaris

Usah Menangis, Rezeki Sudah Tergaris. | Urusan perut, seringkali membuat rasa lapar menjadi pemicu orang untuk bertingkah diluar dugaaan. Keroncongan yang dialami pria asal Sidoarjo ini , Cumi Pekok. Membuat statusnya sebagai pria setengah baik-baik berakhir walau sesaat.

Aksi kejar- kejaran ala koboi dengan hewan pengerat, menjadi sangat elegan untuk diabadikan.

Peristiwa pencurian termahsyur sepanjang masa-sepanjang zaman, tak tertandingi sepanjang segala abad.. amiin, baru ia alami malam itu. Hanya karena mengetahui lauk bekalnya dari rumah dibawa kabur seekor tikus dapur. Iapun memetik hikmah.

.Kejadiannya bermula pada saat cumi ( nama samaran korban) tiba di TKP untuk bekerja shift malam 28 Oktober 2016.

Saat itu, waktu telah menunjukkan pukul 21.35.

Menurut saksi mata yang bernama Mian, Rekannya yang ganteng tersebut, memang kerap membawa bekal dari rumah. Demi memangkas biaya pengeluaran hidup daripada harus jajan diluar.

Korban yang waktu itu berpamitan ke kamar mandi untuk buang air seni, tak menduga akan nasib getirnya. Ibarat perumpamaan “untung tak dapat diraih,malang tak dapat ditolak.

Saking terlalu ceroboh untuk membiarkan bekal makanannya dalam keadaan terbuka tanpa pengawalan, membuat korban kurang waspada. Mengingat lokasi kejadiannya memang rawan pencuri dan binatang pengerat, itu diluar perhitungan si korban.

Mian si-saksi kunci mencoba mengulas kronologinya kembali melalui tulisan ini.

Saksi

Saya berada diluar dapur sambil asyik menyaksikan televisi. Napi tiba-tiba suara berisik dari dapur, membuat Saya penasaran dan ingin tahu Keadaan yg terjadi. Setelah Saya datangi, Saya cuma mendapati jejak tikus itu melalui serpihan kertas pembungkus yang tercecer. Tahu-tahu lauk bandeng yang terbungkus kertas minyak lain yang sudah tersaji di meja tiba tiba raib”. Tukas bapak dari dua anak ini

Setibanya dari kamar mandi, Cumi Pekok baru sadar kalau bekalnya sudah terlampau lama terbuka. Setelah  ditinggalkan ke kamar mandi, ia baru sadar kau kecerobohannya membuatnya goblok.

Setelah bertanya kepada saksi kunci, Mian membenarkan kalau waktu itu terdapat suara ribut dari meja dapur.

Rezeki Sudah Tergaris, Niscaya Ada Godaannya

Setelah menjelaskan kronologi kejadiannya secara berurutan, Mian hanya mengingatkan kembali kepada Korban agar lebih berhati-hati, apabila menaruh barang.

Adapun pesan moral yang dibumbui adegan bak guru dan murid tersebut membuat si korban hanya mampu bergidik dan bengong.

Pesan mendidik Ki Hajar Dewantara yang disampaikan Mian sebagai saksi kunci untuk kali ini, membuat korban lebih sadar diri.

Jangan lengah dan menangis, karna rejeki itu luas. Lauk untuk dimakan hari ini, bukan satu-satunya yang tersaji.. Mungkin dia hanya numpang lewat ,atau pamit sejenak. Agar kita bisa menikmati aroma maupun bentuknya meski hanya secuil.

Dan lagi, nikmat yang ada, tidak harus lidah yang merasakannya lebih dulu..dan mungkin pula sudah rezkinya si tikus itu keless


Anggap saja ae itu nilai rezeki sudah tergaris, yang sebanding untuk kamu akan pentingnya berbagi dengan sesama her!

Dengan tertunduk, si korban mendengarkan maksud yg disampaikan.

Seketika itu pula ekspresinya berubah. Bukannya marah, Korban malah mengambil ponsel dan memulai aksi nekatnya menghidupkan kamera depan untuk berselfie ria.

Tepat dilokasi kejadian, tanpa tedeng aling-aling dia beserta Kelakuannya membuat saksi kunci tak sanggup menahan gelak tawa.. jepret!

Rezeki sudah tergaris

︾ BAGI JIKA INI BERMANFAAT ︾

Dan diharapkan Sharenya

apabila dirasa perlu 🙂
Name
Comment

error: Content is protected !!