HomeCorat - CoretKangen Pertunjukan Topeng Monyet – Tandak Bedes
Pertunjukan Topeng Monyet

Kangen Pertunjukan Topeng Monyet – Tandak Bedes

Cukup keras bunyi Gendang itu. Berhasil membuat saya serta sejumlah orang yang kebanyakan anak kecil, tertawa lepas untuk beberapa waktu. Penabuhnya yang relatif muda menambah sorak gembira bagi siapapun untuk lebih bersemangat menyaksikan pertunjukan Topeng Monyet.

topeng monyet sedang beraksi

 
Beberapa menit awal bunyi yang dihasilkan memang monoton, agak telat, mungkin juga tanda persiapan. Semakin intens iramanya seiring lenggak-lenggok si Monyet sebagai aktor utama.

topeng monyet memperagakan peran

Topeng monyet mengundang kelucuan

Barulah sekitar 20 menit kemudian, tempo yang dimainkan mulai “rancak”, disesuaikan dengan lakon yang hendak diperankan. Topeng monyet menjadi pertunjukan yang syarat tawa dan hiburan.

topeng monyet menaiki motor mainan

 
Wajah iba , raut penuh keletihan, semoga ada  uluran tangan para dermawan demi 1 jam lamanya, si Monyet sudah beradu peran demi bermacam-macam gaya. Ini merupakan saat  bagi pertunjukan topeng monyet untuk berpisah.

***

Tandak Bedes yang Makin Jarang Ditemui

Membaca waktu bergerak, bergerak di Kontemplasi. Terkadang, saya merasa kagum dengan apa-apa yang sudah menjadi sistem sebuah masa lalu diciptakan.  Demikian pula untuk sebuah pertunjukan tandak bedes, rasa-rasanya akan mulai jarang saya temui, apalagi menemukan tukang tandak bedes yang hidupnya menetap.

Terbesit keinginan, semoga ada sebagian orang maupun komunitas yang masih melestarikan kesenian ini untuk anak dan cucu saya kita kelak 🙁

Kalau seumpama dulu saya tidak dipertemukan dengan kesenian topeng monyet ini, mungkin keseruan ini juga tidak begitu saja bangkit dan menjadi deskrit menulis. Tanpa pikir panjang, menulis dengan tajuk topeng monyet-pun, menjadi menulis terasa mengalir begitu saja.

Meskipun Tradisional, dan mungkin saya cenderung dianggap udik sebagai orang ndeso, ketika beranjak dewasa seperti sekarang, kerinduan dan sorakan bocah masih bersisa di ingatan.

Pertunjukan topeng monyet, sudah lebih dulu ada di indonesia dan telah diklaim menjadi salah satu bentuk cagar budaya kesenian. Karena konon atraksi akrobatik dengan menggunakan monyet sebagai tokoh utama ini sudah ada pada awal 1890-an, ada ritual khusus apabila monyetnya sedang tidak sehat, maka pertunjukan dilarang untuk ditampilkan .

Topeng monyet atau lebih dikenal tandak bedes dulunya melibatkan seorang pawang, diiringi alunan gamelan, guna menandai atraksi monyet meliak liuk memainkan peran.

Sayangnya atraksi tradisional yang sejak dahulu sangat dikenal di di daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat ini, lama-kelamaan berkurang peminatnya sejak era digital berkembang.

Pun begitu, jika ada 1 saja pertunjukan yang tampil dihalaman rumah orang, para penonton tak segan membayar pertunjukan ini dengan uang lebih, mengingat masih banyak dari sebagian anak kecil yang menyukaipertunjukan fenomenal ini.

Saya benar-benar masih menikmati hidup segan dengan membaur kembali menjadi anak kecil,  merasakan sensasinya begitu mengetahui ada pertunjukan tandak bedes di depan gang perempatan rumah.

︾ BAGIKAN JIKA INI BERMANFAAT ︾

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!