Bencana Gempa Bumi, Bukti Alam Yang Tak Ingkar Janji

Sayang, tidak semua insan piawai menterjemahkan kajian kitab yang sudah dirapal. Di Alquranulkariim yang selalu di dahului dengan 2-3 huruf Hijaiyah di pembuka surat-Nya.

Alif-Lam-Mim“, “Alif-Lam-Ro‘, “Ya’- Syin“, dst.  Yang kesemuanya itu hanya akan (mungkin) diungkap melalui bahasa tasawuf, secara makrifat oleh alam.

Jazakumullah Khairan Khasirah. 🙁

Bencana Ibarat Benih, Bukti Nyata Dari Alam yang Tak Pernah Ingkar Janji
Sanepan 41 Butir ayat Eyang Semar. Terdapat korelasi antara Alam (Alif Lam Mim) yang bermakna ALIM, dan Waktu (AL-Ashr’). 2 surat yang berisi petuah dari literatur tua yang sampai detik ini masih mengundang banyak teka-teki.

Alam tidak sekadar inspirator estetika, Alam juga ditempatkan sebagai spiritualis dan ekspresi pemujaan. Bahkan ketika Surat Al-Ashr sudah dikalamkan lebih dulu Oleh Sang Maha Agung, kita lalai menyikapinya.

Atau berpikir anggun sebagaimana wedaran makrifat eyang semar dalam sanepan 41 butir-nya. Melalui petuahnya, ia menyatakan dalam alam ini, tidak ada tafsiran yang bermakna buruk.


Masihkah terlambat ?

Sebenarnya agak terlambat bagi saya men-draft tulisan ini. Yang seharusnya terpublikasi di bulan Juni, yang kebetulan terstempel pula sebagai bulannya lingkungan hidup. Dimana Rotasi bumi sedang kembali di titik itu. Bumi butuh lebih dari rehabilitasi setelah cukup lama di perdaya dan “diperkosa ” oleh penghuninya.

Mumpung rehab ini dikaji sebagai bentuk peringatan, gunakan kesempatan yang tersisa untuk bersekutu kembali dengan alam. Kalau perlu, ajukan kembali tawaran untuk rujuk bagi yang terlanjur bersengketa.

Bumi kita sudah cukup renta untuk diracuni limbah plastik, emisi gas yang tak kunjung henti. Dikeruk sumber dayanya untuk dikelola sebagai properti tanpa ada rasa peduli. Kita yang menanam benih keserakahan, sementara anak cucu kita pula, yang memakan karma yang terlanjur Instant.

“Alam tidak pernah mengkhianati hati yang mencintainya” kata William Wordsworth. Seorang penyair Inggris.


Jadi, siapa yang sesungguhnya tengah berselingkuh ketika Alam sudah menunjukkan jati dirinya seakan-akan ingkar Janji?

Semoga kita semua, adalah Insan yang sadar diri agar memperoleh pengampunan dari-Nya. Karena yang kita perlakukan selama ini terhadap alam, adalah salah.

error: Content is protected !!