HomeReadREVIEWResensiMahkota diatas Sajadah, Hadiah untuk Pak Jokowi dan Indonesia

Mahkota diatas Sajadah, Hadiah untuk Pak Jokowi dan Indonesia

Cermin Majunya Suatu negara, dilihat dari Pemimpinnya

Pun demikian. Di Indonesia tercinta ini, kita selaku masyarakatnya, masih dapat menggali makna kajian Syufi tersebut, tanpa harus mendompleng adat Arab. 

Indonesia yang lebih dulu menjunjung tinggi adat ketimuran, telah lebih dahulu tercatat, melahirkan banyak sekali tokoh-tokoh pemimpin yang bijaksana.

Tentunya itu bukan sekadar prestasi yang luar biasa, namun lebihnya semata-mata Sebagai Titipan “pesan” dari Sang Maha Agung.

Lebih dari itu, Tauladan yang diberikan bisa dijadikan satu-satunya penentu untuk negeri ini terus berkembang secara nasionalis dan religius.

Melalui keanekaragaman keyakinan, Suku, Budaya, Indahnya tutur kata, dan tingkah laku. Kita diharapkan tidak mudah untuk terbelenggu dengan jarak. Lantas berpikiran sempit akan pentingnya perbedaan. Karena perbedaan inilah yang membuat kehidupan penduduknya yang kian harmonis.

Mahkota diatas Sajadah: Perbedaan akan selalu ada untuk Pemberdayaan

Saya mempercayai satu filosofi warna pelangi itu diciptakan, seperti crayon warna.

Pada saat crayon ini dipergunakan sendiri, dia akan biasa saja. Tapi seiring dipakai secara bersama-sama, warna nautural yang dihasilkan makin indah.

Hal yang demikian inilah, yang sudah lebih dulu ada. Dalam Pemikiran YMK. Walaupun saya tidak ingin lancang menerka-nerka cara berpikir tuhan.

Namun entahlah. Semakin disyukuri, makin mudah dipahami ada sesuatu yang tersembunyi di Bumi Nusantara ini. Terletak pada nilai-nilai luhur yang sudah terpampang jelas tentang arti ke-Bhinnekaan itu sendiri.

Jauh hari sebelum negeri ini merdeka. Para kyai, pemuda, budayawan, bekerja sama dengan tokoh pejuang kemerdekaan di Zamannya.

Mereka yang telah bersusah payah berjuang, membela hak masing-masing dari kita, sebagai generasi penerusnya untuk mengenal arti kebebasan.

Ini sudah membuktikan bahwa, dibalik peran Tokoh Pahlawan dan pemuda, terdapat tokoh religius. Yang mendorong semangat keinginan bangsa ini untuk bangun.

Mereka bekerja sembunyi-sembunyi dalam berdakwah. Menyebarkan tekat penyemangat. Demi mengentas rasa individualistis menjadi semangat nasionalis. Mereka inilah yang kita sebut Tokoh tokoh ulama.


Yang Tersirat dari Mahkota Diatas Sajadah

Keberhasilan Pemimpin di Zamannya, juga tak lepas dari tokoh ulama. Sebagai satu-satunya penasehat pribadi, ibarat ” Wedaran Diri “, di setiap perjuangan untuk melangkah.

Islam yang Kaffah itu benar-benar ada. Bukan sebuah isapan jempol belaka, dan bukan sebuah ramalan lagi. Ketika Para pemimpinnya di semangati tokoh spiritualis dan religi yang hadir disisinya.

Islam yang Kaffah adalah anugerah terbesar yang diberikan Tuhan YMK, pada suatu negeri, karena majemuknya keragaman. Hidup bersebelahan dengan beragam perbedaan, yang didalamnya penuh ketentraman. Kecil kemungkinan perbedaan untuk berkembang terjadi pertentangan.

***

Maaf sebelumnya, tulisan ini sama sekali tidak berbau politis.

Tak satupun terdapat keinginan untuk mendramatisir keadaan sekarang ini. Sebagaimana diketahui bersama, bahwa rakyat Indonesia akan memeriahkan pesta demokrasi, yang akan terjadi sebentar lagi.

Saya menulis ini, juga tidak merasa mendapatkan tekanan dari pihak manapun, apalagi mengkomersilkan diri untuk menjadi tim sukses Pak Jokowi. Ini murni dari kesadaran, buah pemikiran pribadi tanpa embel-embel “dibayar” oleh sponsor.

Dengan mata kepala sendiri, melihat secara seksama Kinerja pak Jokowi di lintas penjuru negeri. Ketika beliau menuju Papua, memantau sendiri Ekologi dan krisis ekonomi yang terjadi disana.

Saya meyakini bahwa Gambaran kebenaran yang samar-samar terlukis melalui Alquranulkarim.

Berikut riwayat cerita yang di suguhkan melalui penggalan kisah Nabi yang tertuang dari Buku mahkota Diatas Sajadah. Adalah kisah nyata yang muncul kembali ke permukaan sebagai bukti bahwa:

Berkembang maupun tidaknya suatu negara, dapat dilihat melalui Tokoh dan para Pemimpinnya.

Pesan Pesan Perjuangan

Buku Mahkota diatas Sajadah, adalah salah satu sumber kesaksian yang menggambarkan perulangan waktu yang nyaris sama. Meskipun hal terjadi tersebut, dituang dari tanah kelahiran sumbernya. Di Arab Sana.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!