HomeReadREVIEWResensiMahkota diatas Sajadah, Hadiah untuk Pak Jokowi dan Indonesia

Mahkota diatas Sajadah, Hadiah untuk Pak Jokowi dan Indonesia

Pesan Perjuangan Mahkota Diatas Sajadah

Buku Mahkota diatas Sajadah, adalah salah satu sumber kesaksian yang menggambarkan perulangan waktu yang nyaris sama. Meskipun hal terjadi tersebut, dituang dari tanah kelahiran sumbernya. Di Arab Sana.

Pun begitu, tanpa melihat proyeksi pada 1 titik di negara tertentu, di Indonesia sendiri saja, pengetahuan tersebut sudah lama ada. Semenjak Wali Songo (Sembilan Wali) diutus ke bumi Nusantara.

Maupun kisah berdirinya kerajaan Hindu Budha Majapahit dsb. Semua ajaran Ke-bhinekaan akan sadarnya jiwa pemimpin itu perlu. Tanpa perlu bersolek dari budaya negara tertentu. Budaya masa lalu.

Yaaa…demikianlah. Mata rantai kehidupan lama, sudah berpola sedemikian rupa. Akan berputar, dan kembali pada titik awal, dimana ia berada.. Mungkin saja, di akhir Zaman nanti, atau yang disebut Zaman Now.

Pemimpin Bijak Selalu Memiliki Guru Pembimbing

Zaman kekinian, kita akan mengalami kegersangan hati dan pikiran demi menemukan sebuah solusi. Kembali pada zaman yang awalnya berisi Dogma. Saya meyakini itu. ( Saya skip dulu untuk pembahasan yang satu ini ). Ok, kita kembali ke Leptop.

Dalam hasil survei yang dilakukan Organisasi Kesejahteraan Rakyat ( Orkestra ), kinerja Presiden Joko Widodo dipandang cukup bagus dan memuaskan. Dengan presentase mencapai 52,1 persen.

Ada beberapa indikator yang menyebabkan naiknya angka tersebut. Yakni Tuhan yang maha kuasa sudah menggaris janji Jokowi menjadi Nyata, berupa: pembangunan infrastruktur, kepemimpinan yang bagus dan pro rakyat.

Pak Jokowi yang sudah kenyang dengan tataran hidup masyarakat sederhana. Sudah jelas mewakili tumbuh kembangnya sosok pemimpin idealis, cepat tanggap dengan toleransi kemanusiaan. Insan yang bijaksana, yang tegak berdiri seperti ” Alif ” dalam huruf Hijaiyah.

Mahkota diatas Sajadah : Pendengar Setia dalam menjalankan Amanah

Dengan mempertimbangkan masukan-masukan dan saran dari berbagai elemen masyarakat, yang ini juga merupakan semata-semata implementasi anugerah dari yang maha Kuasa.

Profesor Doktor KH Ma’ruf Amin, disandingkan bersama pak Jokowi. Untuk meneruskan pesan dari kaum rakyat kecil, sebagai Calon Wakil Presiden Jokowi.

Dan lagi-lagi, ini sudah terjadi kembali sesuai tataran yang ada di Alquran. Buku #Mahkota diatas Sajadah telah menjelaskan pula arti tentang Kebhinnekaan. Sebagaimana pemimpin, tetap harus memiliki pembimbing dalam menjalankan proses pemerintahan.

Pak Jokowi adalah trendsetter untuk saat ini. Seperti artis yang tidak lekang diterpa gosip miring, Beliau juga tidak luput dari sasaran media turut serta mempermasalahkan kinerjanya. Segelintir orang maupun organisasi yang dengan mudah menyalahkan pak Jokowi.

Tidak usah disesalkan dan dibenarkan. Siapapun oknumnya, tidak ada yang salah. Yang salah adalah daya kritis kita yang memang sudah terlahir secara alamiah. Diciptakan demikian rumit, unik, dan juga picik, sehingga terkadang, malah menggalang pemikiran-pemikiran yang tidak pada tempatnya.

Surat Terbuka Untuk Bapak Presiden Joko Widodo

Kepada YTH, Bapak Joko Widodo. Saya warga Sidoarjo. Saya sebenarnya agak kecewa juga kepada panjenengan. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada panjenengan, izinkan saya menuliskannya:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!