Diam: Kelemahan Adalah Pangkal Ilmu Menguntungkan

Kenapa Harus Diam? Meski Diam Kelemahan?

Tajalli dan Perenungan Dalam Hati

Banyak sahabat dan handai tolan yang kecewa. Mereka malah menilai  saya sebagai pribadi yang lembek. Tidak berani membuat keputusan dalam melakukan suatu tindakan. Apapun, demi menghadapi macam orang-orang yang ber-IQ tinggi seperti itu.

Saya sadar kalau maksud sahabat-sahabat tersebut baik sebagai upaya perlawanan. Namun sekaali lagi. Ungkapan kekecewaan dengan mengembalikannya lagi dalam bentuk sikap memberontak dan membantah, sangat bertentangan dengan hati kecil ini.


Nah, kalau sudah demikian, sepertinya saya harus memberi sedikit alasan manusiawi kepada sahabat-sahabat. Kenapa reflek tak sadar yang timbul dari hati, sulit untuk dihindari. Diam nyatanya, kelemahan yang memberi banyak keuntungan.

Sebab, meski timbul rasa tidak percaya diri dii hadapan orang yang dimaksudkan para sahabat, bukan berarti Blogermie itu samar dan tidak berbuat apa-apa. Untuk menutupi kesan tersebut.

Kenyataannya, Saya justru bahagia telah berjumpa dengan orang-orang berkualitas seperti itu.

Karena buah pikir mereka-mereka yang terhimpun secara dialegtis tersebut, akan cenderung mudah tersedot ke dalam otak saya yang kadang sulit dimasuki idealisme-idealisme baru. Terlebih kalau sudah disampaikan secara lisan. Baik dalam bentuk nasihat, bahkan sampai hujatan.

Kalau sudah demikian, maka saya akan mendapat banyak petunjuk dari orang di hadapan saya tersebut. Poin pertama, sudah Saya genggam.

Baca Juga:  Jare Wong Mbiyen: Gendeng itu pilihan

error: Content is protected !!