Diam: Kelemahan Adalah Pangkal Ilmu Menguntungkan

Poin ke dua, yang Saya lakukan untuk tidak menawar kejadian yang sudah terjadi dengan begitu cepat, tanpa harus mengeluh.

Saya juga tidak menggunakan trik langka yang hanya ditulis di dalam buku-buku tebal karya cendikiawan barat dengan harga selangit. Saya belajar wedaran dari ibu saya. Itu saja.

Pasti pembaca penasaran. Apa gerangan kata-kata Ibuk saya tersebut. Sehingga menempatkan diri pada posisi yang demikian menguntungkan. niscaya dapat dicapai.

Meski sebetulnya perasaan saya sedemikian tersudutkan?..misalkan Saat Aku memilih Diam

Retorika Linear: Diam itu Juru Selamat

Saya belajar memperdalam kata-kata retorika dari Ibunda tercinta. Bukan kata-kata mutiara memang. Hanya penggalan literatur lama. Dalam bahasa jawa.

Beliau menyatakan dengan lugunya tentang pengertian hakikat. Tentang letak kelemahan manusia, adalah sumber kelebihan kita yang tidak bisa di ungguli oleh siapapun.

Bunyinya seperti ini:

“Tan keno Kinoyo Ngopo”

Nah, nasihat itu kemudian langsung Saya terjemahkan dalam tindakan.
Sebagai modal, jangan Mudah Mengira-ngira, itu maksud arti : Tan Keno Kinoyo Ngopo.

Mungkin saja interpretasi nasihat itu terlalu ortodoks dan literal bagi sebagian orang. Akan tetapi, Saya benar-benar merasakan manfaatnya.

Saya menerjemahkan nasihat itu demikian :

  1. Kalau kita merasa lemah di hadapan seseorang, maka jangan coba-coba menyembunyikan kelemahan kita. Dengan mengatakan hal-hal di luar wawasan kita, hanya dengan maksud menunjukkan perlawanan. Bahwa kita memiliki beragam kelebihan. Ketika Konflik hubungan terjadi, alasan untuk bersikap diam, sengaja di pilih pada prioritas tertinggi
  2. Kalau ada informasi apa-apa, jangan lantas terseret untuk membenarkan atau menyalahkan, tapi ambil manfaatnya. Jangan bersikap akademis dan komunitif, dengan terus menerus menyangkal.
    Coba tahan kalimat-kalimat yang disajikannya untuk diam sejenak. Petunjuk tuhan bisa muncul dalam beragam bentuk. Bahkan melalui intervensi orang lain. itu yang menjadi Alasan kenapa berbuat baik sebaiknya dilakukan secara diam-diam
  3. Sebaliknya, yang harus kita lakukan hanyalah menunjukkan simpati kita kepada orang yang kita ajak bicara. Selain itu, perlihatkan juga pada lawan bicara kita bahwa ia memiliki integritas yang unggul. (dari pada kita) sehingga amat wajar kalau kita mencuri pengetahuan dari dia.

Intinya, tempatkan diri kita di bawah lawan bicara. Maka otomatis ilmu dari orang tersebut akan mengalir kepada kita dengan lancar.

Bukankah air hanya akan mengalir dari sudut tinggi ke tempat yang lebih rendah?

error: Content is protected !!