Diam: Kelemahan Adalah Pangkal Ilmu Menguntungkan

Merupakan Kelemahan Paling Mendasar Terbentuknya Sifat Bijaksana

Nah, strategi diam adalah berlindung di balik kelemahan diri sendiri inilah yang membuat kita selamat.

Saya menyebutnya demikian. Karena ketulusan mengenai kelebihan yang dimiliki lawan bicara kita, dan atas kelemahan kita sendiri yang sudi untuk kita akui. Justru melindungi kita dari perasaan bersalah.

Pun berlaku demikian, sebaliknya.

Jika berkeras hati menutupi kelemahan kita tersebut dengan kalimat-kalimat paradoks, muluk-muluk, tapi penuh omong kosong. Maka secara tidak sadar, kita menjual banyak rasa malu demi kebodohan diri. Untuk leluasa ditertawakan orang lain.

Maka bagi Saya, diam dan jujur mengenai perasaan, adakalanya mutlak diperlukan.

Meski kejujuran itu juga bukan epidemi yang berarti menunjukkan ekspresi dan dijadikan bahan agar kita bisa tulus 100%, secara menyeluruh. Namun, adalah jauh lebih baik, daripada melakukan pembelaan. Berupa menutupi prasangka kita dengan kebohongan-kebohongan yang terlalu dibuat-buat.

Kebesaran hati akan sebuah kekalahan, akan lebih cepat mendidik mental diri untuk bersikap bijaksana.
Maka jelas sudah pengertian: Yang terdiam, bukan berarti kalah, bukan ?

error: Content is protected !!