Menjadi Diri Sendiri Seutuhnya…Yang Seperti Apa ?

MENJADI DIRI SENDIRI ADALAH: Mau sadar diri. Ketika baik menurut kita, belum tentu baik bagi kehidupan orang lain.

Terkadang, Saya sendiri mengalami ketegangan tersebut, lantaran dipicu hal-hal sepele.
Hanya karena obsesi, kepo dan rasa “Ingin itu” berlebih. Kendati yang terjadi, justru membuat saya gampang tersesat, terperangah, dan pada akhirnya lengah mengabaikan tujuan awal. Meski keadaan itu tak pernah berlangsung lama, istri saya menganggap hal tersebut adalah suatu penyimpangan.

Lumrahnya orang lupa, bagi siapapun yang berpasangan, tentunya menjadi satu himbauan keras. Doktrin tegas agar gejala lupa itu tidak berjangkit kronis dan bercabang menjadi penyakit lupa-lupa yang lain.

Nah, perlu diketahui juga nih pembaca. Di antara banyak jenis lupa, selain lupa ingatan, lupa istri dan lupa anak, Lupa diri adalah spesies yang paling berbahaya. Yang sulit diobati tanpa disertai kemauan untuk lekas insyaf. Karena kejadian seburuk apapun, tetap memiliki standart ilmu yang berbeda-beda, tergantung daya serap kita dalam memahami suatu wacana.


Pernah suatu ketika saya pergi ke Toko Buku di Jalan Semarang-Surabaya. Diawal keberangkatan, saya sudah yakin betul untuk memilih Buku bergenre A sebagai destinasi utama. Tetapi, begitu sampai disana, setelah buku tersebut sudah saya dapat, saya malah meninjau buku lain yang sebenarnya bukan menjadi target.
Sepulangnya dirumah, saya merasa kecewa dan hanya terdiam tanpa kata:

“kenapa aku tadi beli buku ini ya. Aneh!!”

Baca juga :#Diam, Kelemahan sebagai pangkal Ilmu yang menguntungkan

3 komentar untuk “Menjadi Diri Sendiri Seutuhnya…Yang Seperti Apa ?”

  1. Ping-kembali: 5 Cara Bersosmed Yang Benar Menurut Islam » Blogermie™

  2. Ping-kembali: Menunggu Memang Membosankan, Mediasinya Yang Justru Bikin Nyaman » Blogermie™

  3. Ping-kembali: Menulis Bukan Untuk Reward #Tips » Blogermie™

Komentar ditutup.

error: Content is protected !!