Menjadi Diri Sendiri Seutuhnya…Yang Seperti Apa ?

Saat mampu mengatakan IYA, demi mengakhiri zona nyaman atas himpitan hidup yang tengah dijalani

Bisa dibayangkan, hanya dengan angan-angan, tanpa bermodal nekat, mana mungkin hal itu akan terjadi dengan sendirinya. Ia sendiri mengkolaborasi prinsip yang telah ada dengan penuh pertimbangan.

Setelah melihat tantangan masa depan yang masih misteri, ia menyingkirkan sebagian perencanaan lama. Lalu mengembangkannya dengan tantangan yang tak diduga-duga, lantaran keadaan. Dengan ini, tersampaikan nasehat juga. Jika Tuhan telah menyiapkan persoalan, bukan untuk disesali. Niscaya ada jawaban yang perlu dikaji sebagai metode pembenahan diri.


KESIMPULAN

Yang unik hingga tulisan ini terbit, 2 jam saya ngobrol di serambi warung kopi. Terselip pesan yang menurut saya amat heroik dari dia:

“Yang penting Everlasting aja Her.

Masalah populer itu gampang, karena populer itu sifatnya konstan dan instan. Jangan tergiur dengan panggung sandiwara yang besar. Biarpun Mewahnya Gono-gini.

Sesuatu yang baru itu, tidak akan mengubah tujuan awalnya seperti apa. Dan hal unik yang sanggup menginspirasi banyak orang itulah, yang baru bisa dikatakan keren…

Dari saran teman saya inilah, sudah dapat ditarik kesimpulan bahwa:

Menjadi diri sendiri adalah syarat utama. Melihat sesuatu yang nampak menggiurkan, itu boleh saja, asal tahu tempat dan tahu kapasitas.
Jika terdapat kelebihan yang mengandung manfaat, dalam konteks jangka panjang, ambil segera. Jangan suka menunda-nunda.

Untuk menjadi diri sendiri, belajarlah mengkaji dirimu sendiri dari sudut pandang yang humanis dan nyaman. Celaan dan hujatan sudah pasti ada, Lha wong namanya hidup. Sehingga tak perlu risau dengan cibiran orang, asal dirimu memperlakukan orang lain, sama-sama baiknya.

Kebahagiaan sesaat dan obsesi semu, membuat jiwa siapapun terdidik bermental takabur. Kita diserang sikap kurang mawas diri terhadap keadaan yang menggiurkan. Hingga pada saat nanti tertimpa kesedihan yang menyudutkan. Mengenal diri sendiri saja susah… kita baru sadar siapa diri kita sebenarnya setelah terlanjur sering berkeluh kesah.

Menjadi diri sendiri seutuhnya menurut tulisan diatas, adalah versi saya…
Nah kalau kalau anda, menjadi diri sendiri yang seperti apa?

3 komentar untuk “Menjadi Diri Sendiri Seutuhnya…Yang Seperti Apa ?”

  1. Ping-kembali: 5 Cara Bersosmed Yang Benar Menurut Islam » Blogermie™

  2. Ping-kembali: Menunggu Memang Membosankan, Mediasinya Yang Justru Bikin Nyaman » Blogermie™

  3. Ping-kembali: Menulis Bukan Untuk Reward #Tips » Blogermie™

Komentar ditutup.

error: Content is protected !!