HomeLiteraturkesehatanVirus Corona: 7 Fakta Skeptis Ancam Umat Manusia?

Virus Corona: 7 Fakta Skeptis Ancam Umat Manusia?

Minggu, 25 Januari 2020, saya dibuat tertegun dengan pemberitaan media. Di headline surat kabar online, Virus corona fakta, mendadak disorot publik dalam sepekan terakhir. Terkait keberlangsungan hidup umat manusia.

Sungguh ironis, corona virus dengan kode genetik mikroba COVID-19 ( 2019-nCo ) ini untuk pertama kalinya terdeteksi 31 desember 2019. Di Wuhan – Cina.
Dari berbagai belahan dunia, ditemukan setidaknya beberapa kasus serangan serupa.

Diperkirakan, jumlah korban virus corona, fakta-nya banyak yang telah meninggal. Korban meninggal corona terbaru, dapat langsung dipantau di link bawah ini

beberapa negara virus corona yang dinyatakan terjangkit, langsung mengambil tindakan insentif hingga isolatif, terhadap warga sipil yang dinyatakan positif terinfeksi.

Sementara, pemerintah China sendiri, telah mengambil tindakan responsif dengan menetapkan Wuhan sebagai wilayah zona merah. Sampai-sampai demi memerangi dampak penyebaran coronavirus, pemerintah China juga telah membangun Rumah Sakit sementara. Dan melarang adanya penerbangan lintas negara, terkait karantina.

Peta virus corona yang berjangkit di di sejumlah negara tersebut, dapat di lihat melalui website resmi universitas John Hopkins. Update korban virus corona terbaru, juga dapat di klik [ Tombol › Click Here ] melalui link resmi gisanddata.maps di bawah ini :

Countries Infected With Coronavirus 2019-nCoV

Click button to see countries that were declared infected by the corona virus, immediately took incentive measures until they were isolated from citizens who tested positive for infection

Corona indonesia yang paling menyita perhatian saya. Sejak Suspect Corona terindikasi menyebar sebagai isu di beberapa titik regional. Seperti: Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Jambi, dan Papua, membuat Presiden Jokowi akhirnya angkat bicara.

Demi ancam fakta virus corona, Indonesia telah melakukan banyak upaya antisipatif. Melalui Kementerian kesehatan, dibantu jajaran kabinet kementerian indonesia maju.

Menteri perhubungan, Menteri Luar Negeri, Menteri pariwisata, didampingi pula oleh Dirjen Imigrasi dan Dirjen Bea Cukai. Mengambil langkah tegas dalam pencegahan virus corona di indonesia.

Penerbangan dan jalur transportasi dari China, akan ditutup sementara, hingga kondisi benar-benar kondusif. Dilansir dari kompas.com

Mengingat WHO telah menyatakan dengan tegas memberikan tanggapan “darurat dunia”. Yang mana, ketetapan tersebut sudah berlaku untuk negara-negara terdekat di sekitarnya.

Ada beberapa fakta abu-abu yang masih menyisakan kekhawatiran. Bilamana dipahami, semoga dapat dijadikan wacana dalam upaya jaga-jaga. Menghargai lingkungan di tengah kesuraman virus yang menghampiri. Berikut ulasannya:


  1. VIRUS CORONA FAKTA-NYA: SAUDARA MERS & SARS ?


  2. virus-corona-fakta-nya-dimulai-dari-wuhan-hubei

    Belum ada kejelasan apakah virus corona adalah mutasi genetik dari jenis virus keduanya. Yang disinyalir lebih dulu menelan korban jiwa di negara yang sama, pada tahun 2002.

    Gejala virus corona hampir mirip dengan Mers, lantaran membuat si penderita mengalami sesak nafas akut seketika, menjelang ajal menjemput.

    Ilmuwan dunia, bekerja sama dengan WHO, sepakat memberi himbauan serius #waspadacorona. Penanganan bagi pasien yang terserang virus corona, harus menjalani masa isolasi selama 14 hari. Hingga masa inkubasi virusnya berakhir dan dinyatakan sembuh.

    Virus corona fakta-nya, dapat menjadi penyakit yang paling mematikan. Di awal Januari 2020 ini, setelah diketahui menginfeksi hewan dan menyebar. Spekulasi para ahli menyebut inang coronavirus di dalangi oleh kelelawar dan Kobra. Sampai pada siklus puncak. Dimana efek virus corona bisa berlanjut estafet, dari manusia ke manusia.

  3. BERSARANG DI TUBUH MAMALIA, BERAKHIR DENGAN MERUSAK KEKEBALANNYA


  4. Melalui pengkajian, riset data, dan penelitian Wabah SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome). Yang diungkap tahun pada 2013 terdahulu, virus ini dimulai pada kelelawar dan dipindahkan ke musang. Yang kemudian menular pada manusia. Dampak virus corona pada tubuh ini juga menyebabkan infeksi pernafasan akut yang parah.

    Dilansir dari The Sun, sup kelelawar merupakan salah satu hidangan khas China yang populer, termasuk Wuhan Hubei China.

    Kelelawar ini biasanya dijadikan sup buah, maupun hidangan berkaldu, tanpa disembelih terlebih dahulu sebelum diolah, di kuliti dan dicincang. Jadi, tidak melewati proses higienis sebagaimana lazimnya memasak makanan sehat.

    Netizen indonesia sendiri, termasuk saya, berpendapat jika analisa tersebut, bisa benar-bisa salah. Karena pernyataan skeptis yang muncul untuk kasus corona lanjutan ini belum cukup valid dijadikan data ukur dan riset. Tetapi seharusnya, memang dilakukan studi lanjutan dan patut dijadikan pertimbangan. Mengingat pola hidup dan asupan gizi yang cenderung menyukai olahan bahan baku yang tidak steril. Sangat mungkin terjadi.


  5. SELAIN KONTAK FISIK, CARA VIRUS CORONA MENULAR BISA LEWAT MATA ?


  6. virus-corona-fakta-nya-hanya menyebar-melalui-udara

    Pakar virus asal China bernama Wang Guangfa menyebut, virus corona bisa menular dengan kondisi tak terduga-duga. Bahkan lewat tatapan mata.

    Mulanya klaim gejala coronavirus tersebut dicibir pemerintah china sendiri karena bukan menjadi faktor dominan penularan flu yang lazim terjadi.

    Namun semakin diamati, seiring meningkatnya jumlah pasien yang berangsur-angsur sembuh. Klaim virus corona menular lewat mata, akhirnya tidak terbukti. Virus corona fakta-nya, hanya menular melalui basic sentuhan dan udara.

  7. GEJALA CORONA VIRUS MEMILIKI KEMIRIPAN DENGAN INFLUENZA


  8. sampel darah penderita corona

    Dikutip dari BBC.com. Diah Handayani, seorang Dokter spesialis paru Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Bandung. Menjelaskan bahwa: 2019-nCoV adalah virus yang menyerang sistem pernafasan manusia.

    Bedanya dengan virus flu biasa, virus corona fakta-nya, memiliki daya rusak yang jauh lebih cepat.

    Virus ini lebih berbahaya jika sudah masuk ke organ pernafasan, atau dikenal dengan sebutan Pneumonia.
    Diketahui, Pneumonia sendiri, dapat mengakibatkan peradangan stadium lanjut di jaringan paru.

    Namun ada fakta lain yang lebih melengkapi. Ditemukan melalui uji klinis penelitian (tanggal 27 sore waktu China). Ada beberapa penderita yang ternyata tidak menunjukkan gejala apapun, meski positif terjangkit Corona. Namun anehnya, hasil scan rongen CAT dari paru-paru penderita tersebut menunjukkan tanda-tanda telah terkena dampak pneumonia.

    Adapun pasien laki-laki tanpa gejala virus corona tersebut, merupakan satu dari dua bocah di kelompok itu. Anak lainnya adalah gadis berusia tujuh tahun.

    Sama dengan si bocah laki-laki, ia juga tak menunjukkan gejala. Bahkan si bocah perempuan dilaporkan ibunya diminta terus mengenakan masker bedah, selama mereka di Wuhan.


  9. MESIN PEMBUNUH BAGI PRIA YANG BERUSIA TAK PRODUKTIF


  10. virus corona-fakta-nya-menyerang-pria-yang-berumur

    Sebagian besar korban virus corona yang meninggal dalam riset lanjutan adalah pria. Dan kurang dari setengah korban virus corona fakta-nya , memiliki riwayat penyakit lain, yang dapat menimbulkan komplikasi. Seperti: darah tinggi, diabet, dan penyakit jantung.

    Menurut para peneliti, seluruh pasien yang terinfeksi dengan keluhan sangat parah, hingga mengerang kesakitan, adalah mereka yang uzur usia.

    Kecuali satu dari pasien anak kecil berkelamin wanita, seluruhnya mengalami radang tenggorokan dan pilek, yang didahului oleh gejala demam tinggi. Hingga pada akhirnya sembuh


  11. WUHAN VIRUS CORONA FAKTA-NYA KOTA METROPOLITAN YANG DI AZAB TUHAN ?


  12. Kota wuhan dimana, setelah tragedi mematikan corona

    Dibalik tragedi menyebarnya corona syndrom, sebutan kota hantu, kota penghasil pategonik virus, virus corona fakta-nya bersembunyi di balik gemerlap kota wuhan-hubei cina. Memiliki misteri lain yang jarang diungkap para peneliti. Apa saja itu…klik disini

    Sejak pertama kali wuhan corona virus menyebar di tempat itu, fenomena spiritual selalu dikaitkan dengan perdagangan hewan liar. Di pasar ikan Huanan-Wuhan.

    Semua mata netizen tertuju kepada cara warga china mengekploitasi hewan sebagai santapan kuliner. Dengan kecaman: tidak memiliki standart pengelolaan yang manusiawi, dan tidak higienis. Sehingga muncul spekulasi bahwa: Virus corona fakta-nya, terlahir sebagai teguran dari YMK karena semena-mena memperlakukan ciptaanNya.

    Namun, yang tak kalah satir. Justru menjadi sorotan. Beredar kabar bahwa lokasi terjadinya penyebaran virus, berada persis di lokasi pasar hewan. Yang tak jauh dari laboratorium teknologi.

    Hal mendasar di atas, mampu memperkuat hipotesa laporan sebelumnya, setelah meneliti perilaku para penderita, mengambil datanya sebagai kesimpulan. Sehingga para ilmuwan-ilmuwan di situ juga mengemukakan fakta yang cukup akurat:

    Pasien pertama virus corona yang teridentifikasi meninggal dunia, ternyata tidak memilliki riwayat bepergian ke pasar ikan Huanan-wuhan. Bilamana diketahui, pasar tersebut sudah ditutup. Sejak peringatan resmi dari pemerintahan china keluar sejak 1 Januari 2020, karena memicu kekhawatiran penyebaran virus.


  13. VAKSIN VIRUS CORONA FAKTA-NYA DITEMUKAN…?



  14. Virus corona fakta-nya berhasil-ditemukan

    Mirisnya jumlah kerugian jiwa yang ditaksir, membuat WHO memberikan tanggapan keras. Untuk itu, penanggulangan bencana dan penyebaran vaksin corona, sedang diupayakan secepatnya.
    Kabar baiknya, vaksin corona, fakta-nya telah menuju tahap pengembangan.

    Dr Richard Hatchett, selaku CEO CEPI (Coalition for Epidemic Preparedness Innovation). Bekerjasama dengan farmasi Inovio di Amerika Serikat, dan perusahaan bioteknologi Moderna of Queensland, (UQ). Baru-baru ini telah diminta untuk mengembangkan vaksin corona.

    Sementara pihak terkait yang nuraninya terpanggil melakukan tugas kemanusiaan, turun tangan langsung ke lapangan melalui interupsi WHO..

    Untuk memperoleh dna virus, untaian genetik virus corona gampang bermutasi, perlu riset yang lebih mendalam. Mempelajari skema penularannya, akan butuh waktu. Sebelum pada akhirnya di uji coba kepada manusia.
    Diperkirakan Proyek pengembangan vaksin ini akan berlangsung hingga 2 bulan kedepan.

    Agar dampak virus corona pada tubuh tidak memperparah kondisi si penderita, pemerintah Beijing memberi obat HIV sebagai antivirus sementara. Penggunaan bawang putih juga tengah menjadi perbincangan hangat sebagai upaya antisipasi.

    Namun belakangan ini tersiar kabar, para ahli kesehatan kesehatan China telah menemukan obat yang manjur untuk penderita corona.

    Obat antimalaria dengan sebutan Chloroquine Phosphate, disebut-sebut memiliki efek menguntungkan. Menutup ketidak tahuan banyak orang jika virus corona fakta-nya, telah ada obatnya.

PENCEGAHAN Virus Corona CORONAVIRUS


virus-corona-fakta-nya penyembuhan-dengan-injeksi

Sambil menunggu vaksin corona tuntas dibuat, cara mencegah virus corona 2019-nCoV masih bisa diupayakan.

Satu diantaranya adalah dengan sanitasi dan penangananan hewan. Terutama bagi kita yang memiliki peliharaan berupa binatang mamalia. Karena diketahui, siklus hidup bakteri dan mikroba, lebih segan menempati lingkungan yang jorok dan kumuh.

Belajar pula dari kasus kesehatan yang pernah menimpa di indonesia sendiri, seperti flu unggas, kita bisa melakukan tindakan pencegahan di rumah. Dengan membiasakan hidup disiplin, tertib dan bersih.


Covid 19: Antara Sains dan Filsafat


Stephen Hawking, seorang ahli fisika quantum, pernah memprediksi jika kehidupan ras manusia di bumi akan punah dalam milenium sekarang.

Menurut beliau, 2 kemungkinan kongkrit yang tak lazim, bisa saja terjadi dan sulit dipungkiri. Misalnya hantaman asteroid dalam teori Bigbang yang ia buat. Ini-pun sudah banyak penelitiannya.

Dan lagi-lagi…jika kita mengira invasi ke mars itu hanya sebuah dongeng. Yang mengada-ngada. Maka pengembangan penelitian dengan membuat armada pesawat ulak-alik demi menemukan bumi baru, sudah pernah dikaji.

Pengembangannya-pun, sudah hampir mendekati titik nyata

Sedangkan kepunahan yang lain, bisa terhimpun karena meningkatnya sentimen terhadap sosial manusia itu sendiri.

Dalam pandangan hawking tentang perang nuklir, dan kemajuan teknologi persenjataan, sudah masuk dalam sasaran tersebut.

Bioteknologi yang semula hanya dipergunakan di bidang ilmiah dan edukasi kesehatan, bisa menjadi aspek kunci dalam taraf berpikir rasional. Cara berkreasi manusia di bidang militer dan pertahanan itu, bisa sangat berbahaya. Sedangkan covid-19 ini juga telah mewakili sejumlah pernyataan skeptis yang hawking utarakan diatas.

Konspirasi sains, tentunya tidak bisa diterima begitu mudahnya lewat akal sehat. Dan tidak dapat dijadikan alat bukti yang cukup kuat untuk saling menyudutkan. Apa itu virus corona, kesalahan apa yang telah diperbuat cina, namun bisa saja adu argumen. Untuk saling melempar kesalahan satu sama lain, itu terjadi.


Baca Juga :Bencana gempa Bumi, Bukti Nyata Dari Alam Yang tak Ingkar Janji

INDONESIA NYATAKAN : SIAP HADAPI VIRUS CORONA – INDONESIA MENJADI SOROTAN DUNIA


Kabar baiknya, keberadaan Coronavirus di ruang publik seperti indonesia, bukan merupakan potret kelam bagi dunia. Akan keberlangsungan hidup manusia kedepan. Yang tidak bisa begitu saja diklaim dan diprediksi.

Bersumber dari survey kementrian kesehatan. Telah dipastikan bahwa: berita corona, memuat fakta baru. Hingga detik ini, sudah terdapat beberapa laporan pasien suspect virus corona di Indonesia, yang telah di konfirm.


Hingga detik ini. Upaya pencegahan masih digalakkan. Dengan membiasakan diri hidup sehat.

Ditambah lagi, dengan ditemukannya beberapa tanaman herbal. Melalui serangkaian uji farmakologi fakultas kedokteran yang tergabung dalam ikatan dokter Indonesia, dalam penanganan wabah corona. Seperti temulawak, dalam genus Rhizoma, menjadi sebuah jawaban bagi kita. Jika Indonesia terbukti mampu menangkal wabah ini. Indonesia memang istimewa.

Coronavirus dari Sudut Pandang Spiritual


Setidaknya, dengan diperlihatkannya fenomena tersebut, membuat kita, jangan makin paranoid. Meskipun kita tahu, informasi merebaknya wabah Coronavirus, telah banyak yang disesatkan oleh media.

Padahal dari kasus coronavirus, terselip pesan humanis juga. Yang intinya : semua penciptaan yang ada, mustahil tidak terdapat pencapaiannya. Hikmahnya sudah pasti ada.

Jangankan obat, dalam penyakit itu sendiri, sudah ada penyembuhnya. Didatangkannya sebuah penyakit, tentu ada alasannya. Demi menuju tatanan yang lebih baru.

Bukan berarti wabah corona mendatangkan maksud untuk pembinasaan massal. Tapi, jika suatu kaum tidak dapat memperbaiki toleransi, maka istilah yang tepat adalah diganti. Diganti dengan istilah: “tatanan yang baru”.

Siapa kuat, dia yang bertahan.


Ketika Virus Corona ini mewabah, Saya jadi teringat ujaran guru Saya. Bunyinya seperti ini:

Akan ada fase dimana, Manusia akan diuji kepayahannya. Seberapa kuat penyakit (penyakit fisik dan penyakit mental) itu bertanding dengan rasa welas dan keikhlasan, dengan penghuninya.

Cara memperlakukan makhluk itu, sama dengan cara kita memperlakukan diri kita sendiri.

Demikian dengan penyakit. Karena penyakit, merupakan makhluk penciptaan juga. Semakin memberontak dan tak rela, penyakit akan betah untuk singgah.

Dan sebaliknya. Yang kalah hati, niscaya akan pergi.

Ambil misal, petugas medis di china sendiri.

Dengan kesusah payaannya merawat, menghampiri, menenangkan para pasien. Sampai jauh dari sanak famili. Para petugas medis disana, tetap bersemangat memberikan pertolongan.

Dengan kata lain, fase penyakit tetap memiliki masa waktu untuk bertahan dan pergi. Ibarat kata :” siapa yang terbiasa puasa, maka niscaya menemukan hari raya “.

Sampai disini, fase sakit itu sebenarnya adalah Fase menuntut ilmu. Jika demikian maknanya menuntut ilmu, justru bagaimana upaya seseorang itu untuk bertahan. Dan tidak sekali-kali mengeluh.

Bukankah, tidak ada satupun yang mengenakkan dari pekerjaan mengeluh, kecuali menggerutu, dungu dan menderita. Sehingga, ada baiknya fakta skeptis virus corona, jangan malah ditakuti. Tapi bersama-sama bagi kita untuk siap membasmi.

Toh hingga kini, bukti korban corona yang berhasil dinyatakan sembuh oleh pemerintah cina, juga makin banyak. Mari Kita tangkal berita hoak dengan memberikan informasi data yang valid. #Indonesiasiagacorona.

Baca Juga : Corona : Sakitnya tak ditakuti, efek sosial ekonomi yang dibenci, filsafatnya dipuji
error: Content is protected !!