HomePersonalGENERALOpiniHati-Hati Sodara! : Mafia Masker Berbahaya Dari Corona

Hati-Hati Sodara! : Mafia Masker Berbahaya Dari Corona

Hati-Hati Sodara! : Mafia Masker Berbahaya Dari Corona | Membaca pemberitaan media pagi ini, Saya kaget sekali.
Terkait wabah virus corona yang ternyata telah mendapatkan perhatian amat sangat serius dari pemerintah kita. Status darurat negara, terhadap alur penyebaran penyakit ini, mulai naik menjadi level Siaga.

Terbukti, saking cintanya negara ini kepada rakyatnya, saya -pun sampai mendapatkan himbauan dalam bentuk sms juga.Oleh kementerian kesehatan, kita diminta selalu menjaga kebersihan.

Good Job, Pak Menteri !!!

sms menteri kesehatan untuk jangan diisinformasi terkait mafia masker

Isi smsnya lebih berupa tindakan preventif. Menjaga kebersihan. Melalui prosedur cuci tangan. Untuk itu, kita diharapkan mampu dan senantiasa membawa hand sanitizer kemanapun beraktiitas. Karena hingga detik ini, corona memang belum ditemukan obatnya.


Mafia Masker Bukan solusi, Karena Sudah Ada Sosialisasi Dari Pak Menteri

Kabar baiknya, hanya di Indonesia, satu-satunya negara di kawasan asia tenggara yang dinyatakan negatif terjangkit virus corona. Setelah dunia menyorot indonesia, bukan tidak mungkin negara ini akan menjadi makmur secara orientasi. Lantaran mengundang rasa keinginan-tahuan negara lain untuk melakukan riset. Bahkan bila perlu, terlibat project dan eksperimen sains demi terciptanya sebuah vaksin.

Kabar buruknya, justru muncul dari elemen masyarakat kita sendiri. Ketertakutan yang ditimbulkan, mengundang tujuan lain demi melakukan tindakan di luar jalur. Dilakukan para oknum untuk komersil, dengan memanfaatkan naluri alami manusia.

Hal tersebut, bisa lebih menakutkan daripada virus itu sendiri. Bahkan lebih buruk dari tindakan penjajahan para kompeni. Banyak mafia masker yang kini mulai menebar perhatian.

Penjajahan disini, bukan dalam arti fisik. Tapi memanfaatkan kelengahan isu, akibat trauma sosial virus corona itu sendiri. Dalam konteksnya, alat penunjang kesehatan, dijadikan sasaran baru bagi mafia masker, dalam memperdaya naluri konsumtif kita, untuk serta-merta membelinya. Hal tersebut tentu saja riskan dimasuki pemahaman baru yang keliru. Yang malah menjadi pemicu pertikaian dan beda pendapat, karena kurangnya informasi.

Bagaimana tidak. Masker biasa, dijual dengan harga tinggi. Mengalahkan harga respirator. Yang biasanya dipakai Tim penanggulangan bencana maupun petugas pemadam kebakaran memberantas nyamuk dengan cara fogging.

Bukan pemerintah yang salah, tapi memang dasar tingkah laku oknumnya saja yang keblinger. Tembung mata duitan. 🙁

Ya…setidaknya upaya pemerintah untuk memberikan sosialisasi, telah tercapai dengan mengirim SMS tersebut. Dapat ditangkap secara sederhana sebagai wacana rasional. Penggunaan masker, memang bukan diperuntukkan bagi mereka yang sehat. Melainkan bagi petugas paramedis dan pasien.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!