HomePersonalGENERALMenulisIstiqomah Dengan Apa Yang Kita Punya

Istiqomah Dengan Apa Yang Kita Punya

Istiqomah Dengan Apa Yang Kita Punya – Boleh jadi, penyanyi dekil yang satu ini, adalah idaman Saya.

Tiap pagi, siang, sore, Dia selalu memainkan gitarnya di depan rumah.

Dia juga tidak pernah beranjak apabila lagu yang dinyanyikan, belum beres. Toh sekalipun telah memperoleh hak tak seberapa dari hasil kerja kerasnya menghibur orang, Ia enjoy saja.

Tiap kali menggenjreng gitarnya, Dia selalu sukses membuat Saya tertegun dan kalut.

Oh ya, kebisaannya menyanyikan hampir semua genre lagu, merupakan satu nilai lebih. Yang mungkin jarang ada dari pengamen lain.

Suaranya-pun tidaklah fals, tidak juga merdu. Akan tetapi, yang menjadi nilai jualnya tinggi di mata Saya adalah keseriusannya. Dalam memainkan musik dan menyesuaikan cepat lambatnya tempo dari sebuah nada.

Tiap kali masuk pintu rumah tetangga, tak lupa selalu mengucap salam.

Tak peduli, si penghuni rumah yang disinggahi lengang maupun pergi, Dia masih eksis saja bernyanyi.

Dari situlah, diam-diam Saya membaca gerak-geriknya. Entah merasa diawasi atau tidak, Dia cuek saja.


Hari ini, sepulang kerja,Ia membuat Saya terpana untuk kedua kalinya. Tanpa sengaja, Saya berjumpa dengannya kembali.

Dengan pakaian yang ia pakai sebelum-sebelumnya. Lusuh-lusuhnya-pun, masih tetap sama.

Hampir tiap kali berjumpa dengannya, ada perasaan takjub dan gembira. Seolah mampu membuat pendengarnya kaku oleh liriknya yang lantang, namun tetap dengan ekspresinya yang landai.

Ditambah lagi, Dia juga lebih suka bersolo karir.

Bernyanyi seorang diri, tanpa ditemani siapapun. Karena, jika dibandingkan memainkan musik bersama seorang rekan, tentu jauh lebih berisik.

Maka, jika tiap kali Dia ngamen di rumah Saya, lirik-lirik lagunya tak pernah ia penggal. Selalu dinyanyikannya utuh, tanpa cela. Terutama jika tema yang Dia bawakan adalah lagu religi, seperti lagu-lagunya Rhoma Irama.

Meskipun istri Saya memberikan ganti rugi uang recehan yang tak seberapa nilainya. Terkadang Dia menolak dengan tegas, apabila lagunya belum habis ia bawakan.

Nanti saja mbak, Saya mau kelarin lagunya dulu….” Begitu tukasnya.

Sayangnya, setelah semuanya berlalu. Saya belum punya kesempatan untuk bisa mengambil fotonya. Seandainya punya foto idola Saya itu, tentu akan terpasang di sini sebagai tanda penghargaan, kepada keseriusannya dalam berkarya.


Istiqomah, Mungkin iya.

Ada perasaan gembira yang Saya rasakan.

Karena, saat Dia mulai menyanyi, tanpa saya sadari, pasti diam-diam akan ikut menyanyikan dalam hati.

Lirik-lirik lagu yang ia mainkan. Senantiasa ikut mengiringi alunan musik yang dimainkannya dengan sempurna.

Keseriusannya telah memberi Saya inspirasi. Tanpa sepatah katapun, Dia telah berhasil bicara telak ke hati saya. Apa gerangan yang dikatakannya?.

Dia seolah bertelepati kepada saya:

“Untuk menjadi bermanfaat dan disukai, kita tak harus menjadi orang penting. Cukup seriusi saja apa yang engkau miliki. Maka, istiqomah tersebut, akan menjadikan bermanfaat tanpa disadari”

Ya ya, terima kasih pengamen idolaku…….

error: Content is protected !!