HomeLiteraturMotivasi dan InspirasiTak Perlu Berusaha Menjadi Orang Lain Agar Terlihat Pantas

Tak Perlu Berusaha Menjadi Orang Lain Agar Terlihat Pantas

Bekerja Dari Rumah vs Bekerja Dari kantor

Ketika bekerja di dalam rumah. Semakin cepat suatu pekerjaan itu mendapatkan penanganan, semakin tanggap-lah rasionalitas Saya menyambut tugas-tugas lain secara multitasking.

Ada semacam sensasi puas yang tercapai, dan hampir-hampir tak satupun kejenuhan yang dirasakan. Seperti sebuah keasyikan/hobi yang terlanjur ditekuni..

Masalah lain muncul, begitu tahu terbangun keesokan paginya. Tubuh Saya mengalami pegal-pegal hebat akibat kecapekan yang tidak butuh perhatian khusus pada akhirnya. Eh sekarang malah butuh perhatian ekstra. Alias kurang banyak konsumsi air putih.

Efek menolak inilah, yang kemudian Saya sebut sebagai kelebihan porsi.

Dari yang tidak semua tugas, bisa dibebankan kepada dohir secara paksa, maupun secara cuma-cuma.

Seni Berfikir Manusia: Menjadi Orang Lain Seolah-olah Nikmat. Padahal…

Cara kerja tubuh manusia itu unik. Anggap saja hati dan pikiran itu, dapat leluasa mengerjakan beberapa hal sekaligus. Akan tetapi, fisik mempunyai cara dan limitasinya sendiri untuk menyelaraskannya.

Pergolakan batin seperti ini, sudah sering Saya alami. Bahkan mungkin juga orang lain alami.

Dalam hati, seringkali Saya bergumam kepada diri, dan menghujani pertanyaan seperti ini:

“Apakah hanya Saya seorang, yang mengalami hal tersebut ?…”

“Bosan dengan kegiatan di depan dalam, dan menginginkan menjadi orang lain yang seolah nampak lebih menyenangkan?…”

“Ataukah, orang lain juga merasakan hal serupa ?…”

Ah, dalam hal ini Saya sudah melakukan kesalahan. Yakni bertanya dalam hati.

Kenapa Saya bilang Saya salah?…

Ya, Sewaktu bertanya dalam hati, tidak ada jawaban pasti yang diperoleh selain jawaban menerka. Alias mensugesti diri sendiri.

Sehingga apa yang Saya lakukan selama ini, bertanya-tanya dalam hati, adalah sebuah kesia-siaan.

Lho kok?

Iya, sebab jawaban dari pertanyaan Saya ini, ternyata mudah di logikakan. Setelah Saya bertanya kepada rekan-rekan Saya..

Andaikata sedari awal pertanyaan ini langsung terlontarkan pada orang lain, tanpa didahului mempertimbangkan, tentu Saya telah mendapatkan jawabannya secara cuma-cuma. Tanpa satupun melakukan usaha dan ikhtiar.

Lho kok jadi ngelantur…?

Sifat Manusia: “ingin menjadi orang lain agar terlihat pantas & sempurna”

Oh ya. Kenyataan telah menunjukkan bahwa, perasaan bosan dan jenuh dengan keadaan diri. Terutama dengan rutinitas sehari-hari, ternyata juga dialami oleh orang lain. 

Alhamdulillah Gusti, Saya masih normal seperti orang lain.

Dan seperti yang Saya alami, orang lain juga berpikir sama. Bahwa keadaan atau rutinitas orang lain, masih lebih baik dan lebih menyenangkan ketimbang keadaan atau rutinitas kita pribadi.

Di sini pepatah “Rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau” terbukti.

Tapi, apakah benar rumput tetangga lebih hijau dari punya kita?

Apakah benar keadaan dan rutinitas orang lain lebih menyenangkan dari keadaan dan rutinitas kita?

error: Content is protected !!