Tak Perlu Berusaha Menjadi Orang Lain Agar Terlihat Pantas

“Bosan dengan kegiatan di depan dalam, dan menginginkan menjadi orang lain yang seolah nampak lebih menyenangkan?…”

“Ataukah, orang lain juga merasakan hal serupa ?…”

Ah, dalam hal ini Saya sudah melakukan kesalahan. Yakni bertanya dalam hati.

Kenapa Saya bilang Saya salah?…

Ya… Sewaktu bertanya dalam hati, tak ada jawaban pasti, selain jawaban menebak, alias mensugesti diri. Sehingga apa yang Saya lakukan selama ini, bertanya-tanya dalam hati, adalah sebuah kesia-siaan.

Lho kok?

Iya, sebab satu jawaban dari pertanyaan Saya ini, ternyata mudah di logika-kan. Setelah Saya bertanya kepada rekan-rekan Saya..

Andaikata sedari awal pertanyaan ini langsung terlontarkan pada orang lain, tanpa didahului mempertimbangkan, tentu Saya telah mendapatkan jawabannya secara cuma-cuma. Tanpa satupun melakukan usaha dan ikhtiar.

Lho kok jadi ngelantur…?

Sifat Manusia: “ingin menjadi orang lain agar terlihat pantas & sempurna”

Oh ya, kenyataan telah menunjukkan : perasaan jenuh terhadap keadaan diri dan rutinitas, ternyata dialami oleh orang lain pula. 

Alhamdulillah Gusti, Saya masih normal seperti orang lain.

Dan seperti yang Saya alami, orang lain juga berpikir sama. Bahwa keadaan atau rutinitas orang lain, masih lebih baik dan lebih menyenangkan ketimbang keadaan atau rutinitas kita pribadi.

Di sini pepatah mengatakan: “Rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau” sudah terbukti.

Tapi, apakah benar rumput tetangga lebih hijau dari punya kita?

Apakah benar keadaan dan rutinitas orang lain lebih menyenangkan dari keadaan dan rutinitas kita?

error: Content is protected !!