HomeLiteraturMotivasi dan InspirasiTak Perlu Berusaha Menjadi Orang Lain Agar Terlihat Pantas

Tak Perlu Berusaha Menjadi Orang Lain Agar Terlihat Pantas

Kalau jawaban dari pertanyaan di atas iya. Maka solusi untuk mengatasi masalah kejenuhan kita pada keadaan dan rutinitas akan jauh lebih mudah.

Cukup lakukan saja aktifitas orang lain. Dan cobalah untuk hidup bertahan seperti yang dilakukan orang tersebut. Selesai sudah perkara!.

Bukankah menjalani rutinitas orang lain, dan hidup dalam keadaan orang lain, akan kita anggap lebih menyenangkan ?..

Baca Juga: Menjadi Diri Sendiri Seutuhnya? Yang Seperti Apa

Masalahnya, belum tentu rumput tetangga benar-benar lebih hijau dari rumput di halaman kita.

Bisa jadi, hanya karena kita melihat rumput sendiri dengan cara menginjaknya. Dan terlalu terbuai mengamati rumput tetangga dari kejauhan. Sehingga pengamatan kita menjadi tumpul.

Baca Juga : Diam – Kelemahan Sebagai Pangkal Ilmu Yang Menguntungkan

Sawang Sinawang

Bukankah gunung-gunung terlihat begitu asri dari kejauhan?…

Bukankah bulan terlihat amat eksotis dari bumi?…

Tapi, apa yang terjadi saat kita mendaki gunung?…

Warna hijau asri yang tampak dari jauh, hilang entah kemana.

Begitu pula, ketika Neil Amstrong menginjak bulan untuk pertama kali.

Terkuaklah fakta bahwa permukaan bulan tidak seindah yang selama ini dibayangkan orang.

Begitu pula yang terjadi dengan rumput di halaman tetangga.

Karena kita melihatnya dari jauh, maka warna hijaunya terlihat begitu memikat. Seolah tidak terlihat kusam sedikitpun.

Sedangkan rumput di pekarangan sendiri. Karena melihat dengan menginjak di atasnya, kita tahu seluk beluknya, maka rumput sendiri terlihat tak bernilai. Sama sekali tidak indah.

Begitupun dengan rutinitas dan keadaan kita.

Sebenarnya, hanya karena kita tidak tahu sisi buruk dari keadaan orang lain, sehingga kita merasa keadaan tersebut lebih menyenangkan.

Sebaliknya, karena kita terlalu fokus pada sisi buruk saja. Tak peduli dengan keadaan dan rutinitas kita sendiri, sehingga hidup yang dijalani terasa tidak menyenangkan, dan sangat merasa sepi.

Jadi, sebenarnya tidak ada jaminan. Ketika menjalani rutinitas dengan berandai-andai ingin menjadi orang lain, maka kita bisa terbebas dari perasaan jenuh dan bosan. Eit…belum tentu.

Karena seperti yang telah Saya katakan di atas: “Semuanya hanya masalah sudut pandang”.

Kalau orang jawa bilang, istilah ini disebut Sawang sinawang.

Ketika melihat keadaan diri menggunakan sudut pandang negatif, sementara saat mengamati kehidupan orang lain, kita cenderung menggunakan sudut pandang positif.

Solusinya?…

Ya mari coba menggunakan cara pandang sebaliknya. Mari kita lihat keadaan kita pada sisi positifnya saja dan coba amati keadaan orang pada sisi negatifnya.

Saya yakin, jika kita bisa merubah cara pandang ini maka rumput tetangga tidak akan lagi terlihat lebih hijau. Sebaliknya rumput di halaman rumah kita lah yang selalu terlihat lebih hijau.

error: Content is protected !!