HomeTentang Blogermie

Tentang Blogermie

Tentang Blogermie | Perkenalkan, nama saya Heru Prasetyo. Saya adalah Blogger yang tak banyak memiliki reputasi.

Sembari aktif menjalani status sebagai pengguna sosial, Saya juga sering bertindak sebagai research (pengumpul data), dan reviewer.

Karena menurut pandangan pribadi, dengan melihat sesuatu informasi yang kadang berisi sensasi belaka, membuat Saya segan sekali mengulas. Terpicu untuk belajar meng-kaji dan meng-analisa kebenaran sebuah berita.

Yaaa meski Saya ini tidak naif menjadi tokoh pembela kebenaran seperti Keido keiji Jiban. Namun alangkah bahagia di satu sisi, diri saya makin intens belajar latihan. Latihan menjadi pengamat, latihan mengevaluasi, dan setelahnya diharapkan mampu mengajak. Mengajak untuk membagikan sesuatu yang ber-muatan positif  kepada orang lain. Sebagai metode instropeksi.

Saya juga meyakini, untuk menjaga sesuatu hal yang baik tetap berada dalam koridornya yang kondusif, bermacam metode pengembangan diri yang dipergunakan orang lain, mungkin akan berbeda-beda. Saya rasa, semua orang pasti memiliki visi tersebut.

Demikian pula visi blog ini. Untuk mencapai gagasan yang sekilas tak memiliki faedah apa-apa, dialegtisnya penyampaian itu, telah tersampaikan dengan menulis.

Tentang Blogermie: yang jarang diketahui

Di luar obsesi tak kesampaian yang telah ter-analogikan di atas, Saya juga bekerja paruh waktu sebagai seorang buruh panggul. Di sebuah rumah sakit negeri, milik pemerintah kota Surabaya.

Kadangkala rutinitas tersebut, juga dirasuki dengan kegemarannya me-reparasi perangkat elektronik dan bermain musik.

Kesibukan beragam jika sedang tidak konsisten untuk menulis maupun menyervis ponsel, akan jarang pembaca jumpai.

Di warung kopi cak samsuri misalnya..karena terkapar kecapekan, sambil asyik bermain gitar akustik.

Selain itu, Dirinya juga dapat di-temukan dengan mudah memancing ikan di tepian muara sungai citra harmoni. Yang letaknya tidak jauh di ujung desa Sidodadi, Taman-Sidoarjo ( JAWA-TIMUR ).

Sehingga bagi siapapun yang sebatas berkenalan di sosial media, anggapan “aneh” adalah hal yang lumrah. Karena dirinya juga tidak mudah percaya begitu saja dengan orang yang baru Ia kenal.

Sedangkan refreshing dan jalan-jalan, hanya Dia luapkan ketika ide menulis sedang krisis.


Slengekan cuma “kemasan”

Kebutuhan hidupnya yang keras sejak kecil, menuntut sikap berhati-hati dalam menyikapi zaman.

Otomatis, karakter asli tentang Blogermie ini-pun, hanya diketahui bagi segelintir orang yang telah lama akrab dengannya saja. Sehingga yang sekilas nampak didunia, cuma sekadar pengecualian dan pengalih perhatian.

Irma, anaknya mas heru Prasetyo
Irma, anaknya mas heru Prasetyo

Di belahan bumi timur Indonesia inilah, tempat yang Ia jadikan sebagai rumah tinggal bersama anak dan Istri.
Kalau tiba dapat Mood yang pas, dirinya silih berganti peran menjadi bapak.

Bapak ideal pura-pura setengah baik, dan bertukar peran bersama istri sebagai guru ngaji-nya Irma.

Ikatan genetik tentang Blogermie & silsilahnya

Dia merupakan anak bungsu dari 4 bersaudara. Terlahir melalui kehamilan agak sungsang.

Itu kata Ibuknya. Sewaktu menjalani USG.

Selama dalam kandungan, otaknya mengalami pembekuan darah sementara, karena terlalu lamanya dalam posisi terbalik dan terbelit tali pusar.

Waktu hendak lahiran, tak sengaja menelan banyak sekali air ketuban.
Sekali lagi, ini katanya..

heru prasetyo blogermie

Walaupun begitu, dia cukup bersyukur diberi keberkahan hidup. Sampai Sang-waktu mengizinkannya menikah pada tahun 2011 yang lalu. Tepatnya 1 tahun, sebelum blogBlogermie, serius digarap.

Kalau ditanya mengenai momongan, Alhamdulillah sekarang ini baru ada 1 ekor. Namanya Irma Herliana, berjenis kelamin perempuan.

Menurut penuturan orang-orang yang sudah mengerti banyak tentang literatur kuno. Terdapat kesamaan makna dalam sebuah petuah primitif yang berbunyi “Buah yang Jatuh diterpa angin, tidak pernah jauh dari pohonnya”.

Kalau dikaitkan lagi secara biologi melalui kajian medis, terdapat sebuah ikatan genetik.

irma herliana
Bagaimana menurut pembaca, Irma sudah mirip saya belum?

Benar atau tidaknya penuturan para tetangga kebanyakan yang menganggap Irma itu mirip dengan penulis….Jika melihat dengan seksama, melalui sikap, dan intelegensinya.

Sampai tulisan ini terbit-pun, dia masih bimbang mengenai hal tersebut.

Baiknya disyukuri sebagai sebuah pencapaian atau bukan, atau bahkan sebuah realita yang tulus. Masih sangat sulit untuk diakui kebenarannya..ckckckckck

Tentang Blogermie : Quote di masa depan

By the way. Sampai di sini, dirinya masih teguh prinsip. Dimana hal terbaik adalah: tetap tidak terpengaruh dengan asumsi orang lain.

Menjalankan sebuah misi “pion catur untuk tetap melangkah maju”, Pion catur tidak pernah berjalan mundur, kecuali dia curang”.

Tetap menjadi diri sendiri, dan tidak muluk dengan tuntutan meski terhimpit keadaan.

Untuk saat ini, legowo adalah jawaban mantap, demi mensyukuri yang telah Tuhan berikan kepadanya…. karena kedepan, tuntutan hidup masih panjang. Sepanjang tali jemuran.

Dan bagi dia, bersyukur itu sebuah kebutuhan. Dan bukan menjadikan bersyukur sebagai sebuah tuntutan. Maka, ” Seyogyanya, hal demikian yang lambat-laun, perlahan-lahan berkembang menjadi keyakinan yang tetap Ia anut.

Blogermie.com, konsep pemberian nama situs yang “Keblinger”

Alih-alih berharap untuk menambah anak sampai 3 biji, Yang ini Saja (IRMA KECIL) masih belum mandiri. Belum cukup dewasa untuk senantiasa diawasi menjadi anak yang berani apabila berangkat sekolah saja masih terus minta ditemani.

……….

Samiqna..Waatoqna…Dirinya akan terus berjalan sesuai koridor itu.

yaaa…Semoga Tuhan yang Maha Kuasa senantiasa berkenan memberi kami kelimpahan rijeki berupa titipan anak kedua.. Amiin yra


Awal mula hendak mendirikan blog ini pada tahun 2011 silam. { Tahun 2012 Custom domain Tarzan-blogermie (blogspot.com) menjadi Blogermie.com }.

Ada cerita dibalik itu semua yang banyak menginspirasi, dan secara tidak langsung sumbernya saya peroleh dari lingkungan tinggal saya sendiri.

Dirinya yang waktu itu masih pengangguran,  memiliki banyak pencitraan buruk terhadap produk mie.

Dengan postur tubuh saya yang kurus kerempeng. Komoditi pangan yang memaksanya harus mengkonsumsi Mie, guna menekan biaya hidup demi menghadapi badai krisis moneter.


Blogermie : Stereotip Miring – Produk “Mie” Gagal Jual

Lambat laun karena kebiasaannya yang dikenal buruk lantaran keseringan menyantap mie. Entah itu dalam rasa yang beraneka rupa. Baik itu mie organik, mie Instan, maupun mie racikan dengan resep tradisional, akhirnya menonjol menjadi menu kuliner yang wajib tersedia, hingga memutuskan untuk berkeluarga.

Uniknya lagi, ritme itu terus berlanjut hingga kini.

Lucunya, nama mie, telah menjadi solusi pakem yang dipergunakan teman seumuran di pergaulanya. Sebagai ejaan jamak dan sebutan yang paling mudah di ingat.

Karena terlalu seringnya teman dan para handai tolan yang mengetahui keburukannya dia itu.

Terulang beberapa kali, sebutan itu bertukar nama menjadi beberapa peran. Kadang di-plesetkan.

Ada yang memanggilnya: lontong mie, bakmi. Kadang ada juga yang sudah kaprah, terlanjur memanggilnya dengan sebutan: cumi-pekok.


Sejak itulah, nama panggilannya menjadi akrab. Dikenal begitu luas, dengan tidak mengubah idiom “mie”, di frasa paling belakang sebutan nama panggilan.

Dengan ini, pembaca jadi mengetahui. Dihadirkannya nama dan cerita, PASTI didahului dengan sedikit kisah. Setiap hal dan perisitiwa yang terjadi di muka bumi, terdapat sanad ilmunya juga. Tidak asal ngawur saja.


Tentang Blogermie, Nama Domain Secara Teknis

Dirinya memakai nama Blogermie sebagai tag heading blog ini, juga ada alasannya.

Dengan menitik beratkan begitu susahnya mencari nama domain sebagai faktor keberuntungan juga.

Ketika menyewa nama domain di layanan penyedia hosting, nama-nama yang sudah termasyur, pendek dan ringkas, sudah sering dipakai para master.

Maka. Sebagaimana pemilihan judul itulah, entah karena merasa ada kecocokan batin dan merupakan suatu hoki. Akhirnya dirinya sepakat memberikan nama mie itu.

Tahun 2012, dirinya sepakat menggunakan Bloger-Mie sebagai merek dagang yang akan dipakai seterusnya, selama Tuhan mengizinkan. Terlepas, apakah nantinya project yang diulis di blog ini dapat menghasilkan Income.

Syukur alhamdulillah…mematenkan dan menginstegrasikan akun google menggunakan nama depan=Bloger, dan =Mie sebagai tambahan tag kuliner di belakangnya.

Maka, jadilah Blogermie sebagai akun satu-satunya yang maskot saya miliki. Agar mudah terhubung dan dipantau ke semua pintu sosial media.

Kedaulatan Konten Blogermie

Konten blogermie beragam. Masih mengusung tema Humanisme, hoby, critical sosmed. Kadangkala rubrik baru reviewer elektronik dan gadet menjadi opsi tambahan yang sering saya selipkan. Di kala pikiran sedang mumet dan tambang ide.

Karena saya berfikir,  segmen yang mungkin bagus secara income adalah produk-produk elektronik dan gadget. Sangat cocok dengan hobi saya yang menyukai produk teknologi gadget terbaru.

Semua parameter itu  juga ditunjang rutinitas pekerjaan yang secara real-time mengawaki bidang komunikasi dan IT.


Reward & Apresiasi

Nah kalau sudah berbicara income, saya tidak terlalu “Munafiqun” lalu menjadikannya prioritas, lalu bersua seolah-olah tidak butuh uang. 

Blogger mana sih yang tidak butuh penghasilan?..Blogger mana yang tidak mau dibayar..hayoo?

Oleh karenanya demi menanggapi prasangka yang demikian inilah, Ngeblog untuk mendapatkan penghasilan, tetap saya masukkan sebagai kaidah ke-2.  Demi keberlangsungan blog ini di masa yang akan datang.

Operasional Blog ini juga tidak gratis. Butuh biaya untuk sewa domain, sewa hosting dsb.

Sedangkan kaidah utama versi mutlak bagi saya pribadi adalah: menulis adalah nyawa”.

Dengan menulis, Saya memahami detik yang telah terlewat. Ber-interaksi melalui 5 panca indra..di angan-angan dalam akal dan pikiran…dipertimbangkan dengan sangat mendetail oleh batin dan keadaan.

Sehingga andaikata-pun tulisan blogermie di-endors, tiba-tiba menarik perhatian publisher, sponsor, dan developer… anggap saja itu bonus dari Yang Maha Kuasa.

Tentang Blogermie & sebuah sasaran

Income Blog Blogermie sewaktu masih kece-kecenya menulis perdana diawal karir menjabat keanggotaan sebagai blogger, bisa dibilang tidak terlalu “Wah”.  Standart cukup dan “Lumayan” untuk membeli 1-3 batang rokok perhari sebagai teman di kala sepi mencari ide menulis.

Kontribusi dalam bentuk kompetisi dan lomba menulis juga pernah Blog Blogermie alami.

Yaaaa …Meskipun tak banyak nilai akademis dalam bentuk tropi maupun reward yang disabetnya.


Klaim Perlindungan Hakcipta

Sebagai admin blog ini, Saya acapkali sadar kelemahan itu disebabkan, karena gaya bahasa yang terlalu vulgar, membingungkan, dan agak slengekan.

Sangat wajar hal tersebut terjadi, dan sengaja Saya lakukan untuk membabat habis copasser yang tidak mau berfikir. Biar mereka bingung. Biar mereka mandiri.

Pun begitu. Sebagai reviewer, saya juga cukup terkesan karena terdapat juri dan surveyor Kompetisi blog. Yang masih saja enggan meluangkan  waktunya, dalam memberikan studi dan perhatian kepada Blog ini.

Perhatian di skala paling bontot..jarang menang, tapi akhirnya dikenal.

Penutup

Kegiatan Blogging adalah hanya sarana bagi saya untuk mendistribusikan menulis. Apa yang pengunjung lihat di blog ini, dapat memberikan manfaat positif.

Saya juga tidak kaget. Kalau suatu ketika terdapat beberapa pembaca, atau Publik Speaking  yang menandai Blog ini menggunakan spidol merah lantaran kritik terhadap publik yang terkesan tajam. Jika terdapat kekurangan atau hal-hal yang kurang sedap, harap maklum karena ini hanya sebagai media penyalur hobi.

Tidak berhenti untuk 1 hal saja sih. Apabila anda membaca tulisan pada blog saya dengan kerap mengalami gagal paham. Untuk kedua kalinya saya mohon maaf sebesar-besarnya.

Karena mungkin, pikiran anda sedang ter-kontaminasi kekurangan saya sebagai penulis.

Yang sampai saat ini masih menjalin sakit akibat adanya keterikatan diagnosa dokter. Dan yakin bahwasanya analisa anda tidaklah salah. “Heruxumi Agak geser otaknya” memang terbukti benar adanya. Serius!

Akhirnya, kurang lebihnya sebagai penulis, mohon dapatnya tulisan ini dipahami oleh pembaca. Sekaligus, biar tambah bosen bacanya.

error: Content is protected !!